Perjalanan Panjang Smart City Kabupaten Magelang

Dilihat 809 kali

Dalam rangka mewujudkan Smart City, Kabupaten Magelang telah melalui rangkaian proses dan tahapan sesuai arahan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Diawali dari keikutsertaan Kabupaten Magelang dalam Assesment menuju smart city tahap 2 yang dilaksanakan pada April 2017. Setelah mengisi kuesioner dan melengkapi sejumlah dokumen pendukung, Kabupaten Magelang mengikuti proses Assesment dan tidak main-main, penyelenggara dan penilainya merupakan gabungan dari Kementerian Kominfo bekerja sama dengan Kemendagri, Bappenas, Kementerian PUPR, KemenPAN dan RB, Kantor Staf Presiden hingga perusahaan raksasa media, Kompas Gramedia.


Salah satu dokumen pendukung yang disertakan yakni Masterplan Smart City Kabupaten Magelang. Masterplan, secara garis besar berisi Roadmap atau peta jalan sebagai panduan mewujudkan smart city Kabupaten Magelang. Setelah melalui proses assessment (penilaian), Kabupaten Magelang dinyatakan lolos untuk mengikuti Gerakan 100 Smart City Indonesia.


Baca juga: Tanda Tangani Pakta Integritas, Bupati Harap Smart City Kabupaten Magelang Dapat Tingkatkan Pelayanan Masyarakat




Tonton di sini: Video Quick Win Smart City Kabupaten Magelang


Di luar dugaan, salah satu program unggulan atau Quick Win yang termasuk dalam Masterplan justru bukan dari bidang IT, yaitu Paseso (Paseduluran Deso) Merapi. Mengapa Paseso Merapi dipilih sebagai Quick Win? Sejatinya, konsep kota cerdas memang tidak melulu soal IT, dalam Paseso Merapi, kecerdasan sebuah konsep mitigasi Merapi tergambar di dalamnya.


Baca juga: 'Misteri Calon Pengantin Merapi' Raih Penghargaan Gubernur Jawa Tengah


Paseso Merapi menawarkan konsep cerdas dimana menyatukan dua desa menjadi 'bersaudara'. Program ini popular dengan sebutan Desa Bersaudara atau Sister Village, dimana penduduk desa yang berada dalam zona rawan bencana, diarahkan mengungsi ke desa di bawahnya yang lebih aman ketika erupsi melanda. Para pengungsi juga akan lebih merasa nyaman karena simulasi penanggulangan bencana telah dilakukan sebelumnya, sehingga mereka sudah lebih dahulu mengenal lokasi pengungsian yang akan mereka tinggali.


Setelah dinyatakan terpilih masuk dalam Gerakan Smart City Tahap 2, Kabupaten Magelang bersama 49 kabupaten/kota lainnya menandatangani MoU Komitmen Bersama yang dilaksanakan di Jakarta dan dihadiri langsung Menteri Kominfo, Rudiantara. Penandatanganan dilakukan antara Bupati Magelang dengan Dirjen Aptika Kominfo dan secara resmi Kabupaten Magelang masuk 50 besar Gerakan 100 Smart City Indonesia.


Baca juga: Pemkab Magelang Kerja Sama dengan Kota Semarang Kembangkan Smart City


Baca juga: Kabupaten Magelang Bergerak Menuju Smart City Indonesia




Pjs Bupati Magelang hadir bersama Plt Sekretaris Daerah, Drs. Eko Triyono, Kepala Diskominfo, Ir. Agus Liem, MM, Kepala Bappeda, Drs. Sugiyono, M.Si juga didampingi Ketua Komisi III DPRD, Bagian Humas Protokol, serta Kepala Bidang dan Kepala Seksi Diskominfo dalam Opening Ceremony Gerakan Menuju 100 Smart City di Jakarta, Selasa (08/05/18)


Pada Maret 2018, kegiatan ditindaklanjuti dengan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Dukungan dan Persetujuan Pembangunan Smart City Kabupaten Magelang antara Pjs. Bupati Drs. Tavip Supriyanto pada masa itu, dengan 60 Kepala SKPD dan Camat se-Kabupaten Magelang.


Baca juga: Smart City Kabupaten Magelang Akan Segera Terwujud



Kiri ke kanan : Andi Yuniantoro (Direktur Inixindo, pengembang smart city Kabupaten Magelang), Prof. Suhono (Penasehat Pembangunan Smart City di Asosiasi Pemda), Tavip Supriyanto (Pjs Bupati Magelang, Eko Triyono (Plt Sekda), Agus Liem (Kepala Diskominfo Kabupaten Magelang) sepakat mengembangkan Smart City Kabupaten Magelang


Berbicara soal Smart City, erat kaitannya dengan peran Dinas Kominfo Kabupaten Magelang sebagai SKPD utama pendukung terwujudnya kota cerdas. Dalam tulisan ini, Berita Magelang mewawancarai Plt. Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Magelang, Drs. Sugiyono, M.Si yang bercerita soal perkembangan Smart City di wilayahnya.


"Pada bulan Juli kita diberi seorang pembimbing dari ITB Bandung. Kementerian (Kominfo) menunjuk atau memberikan tugas ke Pak Adi Mulyanto untuk membimbing penyusunan Masterplan Smart City di Kabupaten Magelang yang diawali pada bulan Juli 2018.


Kemudian dilakukanlah Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan Masterplan Smart City, tetapi karena di Kabupaten Magelang sudah punya Masterplan maka direview kembali oleh pembimbing Pak Adi Mulyanto untuk disesuaikan dengan kondisi Kabupaten Magelang dan kemauan Kementerian Kominfo jadi bareng-bareng kita bedah lagi. Masterplan yang sudah kita susun dibedah lagi," jelas Sugiyono.


Bimtek diadakan sebanyak empat kali tiap bulan selama periode Juli hingga Oktober 2018. Melalui rangkaian Bimtek tersebut dihasilkan output berupa Buku I : Analisis Strategis Smart City Kabupaten Magelang; Buku II : Masterplan Smart City Kabupaten Magelang; Buku III : Executive Summary Masterplan Smart City Kabupaten Magelang; dan Quick Win.




Baca juga: Diskominfo Gelar Bimtek Smart City Kabupaten Magelang


Baca juga: Kota Cerdas, Upaya Meningkatkan Pelayanan Masyarakat


Selain Paseso Merapi, Kabupaten Magelang juga menentukan dua Quick Win lainnya yakni layanan Perpustakaan "Puspa Gemilang" dan aplikasi berbasis android "Jelajah Magelang".

Pelayanan di Perpustakaan Daerah Kabupaten Magelang sudah serba digital, mulai dari pendaftaran anggota, pengelolaan buku, pendataan pengunjung, penelusuran dan peminjaman buku semua dilayani berbasis teknologi informasi. Perpusda juga menyediakan ruang public dengan hotspot area yang bisa digunakan untuk beragam aktivitas masyarakat, seperti pelatihan, diskusi, dan sebagainya. Selain itu juga ada ruang baca khusus anak-anak dan room teater yang memutarkan film-film edukatif.


Sementara melalui aplikasi Jelajah Magelang, masyarakat bisa 'menjelajahi' Kabupaten Magelang karena informasi lengkap soal informasi terkini seputar Kabupaten Magelang, potensi wisata, perekonomian, Pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan dan sebagainya disuguhkan lengkap di dalamnya dan bisa diakses dengan mudah menggunakan perangkat android.


Lalu kapan atau berapa lama Smart City Kabupaten Magelang dapat sepenuhnya berjalan?


Berdasarkan Peta Jalan (Road Map) dalam Masterplan Smart City Kabupaten Magelang, dijabarkan proses perwujudan Smart City sepenuhnya ditargetkan kurang lebih selama lima tahun.


"Memang bukan hal yang gampang untuk membangun Smart City, butuh proses tidak bisa serta merta. Kita melihat contoh yang sudah jalan seperti Kota Semarang itu bisa jalan seperti ini dari Kota Semarang memulai pembangunan Smart City sejak 2013, kurang lebih lima tahun, kita mengharapakan kurang lebih lima tahun sudah bisa dilihat seperti apa Smart City Kabupaten Magelang," harap Sugiyono.


Baca juga: Bupati Magelang: Smart City Mimpi yang Harus Kita Wujudkan Bersama


Di dalam Peta Jalan dijabarkan Smart City Kabupaten Magelang mulai direncanakan pada 2018 dan 2019 dengan difokuskan pada pemantapan kebijakan, regulasi, dokumen pengembangan pengelolaan TIK, dan kelembagaan. Pada tahun ketiga hingga akhir tahun kelima yakni 2020-2022 melakukan review, revisi minor dan, penambahan SOP seperlunya. Sedangkan untuk rekrutmen dan pengelolaan SDM lebih mengikuti prosedur umum yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat.


Baca juga: Smart City Kabupaten Magelang Butuh Dukungan Semua SKPD


Tiga tahun pertama dari 2018 sampai 2020 akan dilakukan penguatan dan pemantapan infrastruktur hingga tercapai kondisi ideal terjaminnya Bussiness Continuity Plan. Pengembangan Infostruktur (aplikasi), dimana pada tiga tahun pertama akan dilakukan pemantapan dan pematangan interoperabilitas system informasi dan aplikasi, arsitektur system terintegrasi, database terpadu, bisnis proses reengineering pada seluruh birokrasi, sosialisasi dan penyelenggaraan pilot project. Dua tahun berikutnya dilakukan kegiatan pengembangan system terintegrasi secara massif yang melibatkan seluruh OPD.


Lantas, sudah sejauh mana implementasi Smart City Kabupaten Magelang?


Sebelum Kabupaten Magelang masuk dalam 100 Kabupaten/Kota dalam Gerakan Smart City Indonesia, maka untuk mendukung pemerintahan yang efisien dan efektif berbasis data, maka pada akhir Tahun 2017 & 2018 telah dilakukan pembangunan Infrastruktur Informasi dan Komunikasi di Bidang Elektronik


Pada 2017 telah dilakukan Pembangunan Ruang Server yang memenuhi syarat; Pembangunan Menara Induk; Penataan Jaringan Komunikasi Intern; Penambahan bandwith yang semula 50 Mbps menjadi 250 Mbps. Kerangka besarnya adalah pemenuhan infrastruktur teknologi.

Sejak 2017, Pemkab Magelang juga sudah menyusun konsep Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi dan Komunikasi.


Salah satu tahapan Smartcity Kabupaten Magelang, Dinas Kominfo juga telah menyiapkan‚ Dashboard Bupati Magelang agar kinerja SKPD bisa selalu terpantau secara realtime.

Melalui Dashboard tersebut, Bupati Magelang bisa mengakses berbagai informasi terkait kinerja SKPD, yang terbagi dalam beberapa kategori, yakni Pariwisata, Harga pangan, Info kesehatan, Kepegawaian, Kependudukan, Penanaman modal, Pendidikan, Desa, Lingkungan hidup, CCTV, GIS (Geographic information system), dan selanjutnya akan terus ditambah agar makin komprehensif.


Lalu, berapa anggaran yang dibutuhkan untuk mewujudkan Smart City Kabupaten Magelang?


"Alhamdulillah Pak Bupati memberi anggaran yang cukup signifikan karena pak Bupati mengharapkan di tahun 2019 Kabupaten Magelang sudah mempunyai Command Center (CC Room).


2019 untuk langganan bandwidth kita sudah diberi 2,7 milyar nanti kita rencanakan bandwidth kita sudah mencapai 640 Mbps yang didukung dua ISP (internet service provider) kemudian kemarin sudah dihitungkan juga kalau kita pengen punya CC Room, bandwidth yang digunakan itu sudah 570 Mbps sendiri. Sehingga untuk anggaran bandwidth kita cukup besar.

Jumlah anggarannya untuk mewujudkan CC room itu 8,7 milyar cukup besar, maka ini tantangan bagi Diskominfo untuk bisa mewujudkan impian Pak Bupati," papar Sugiyono.




Dinas Kominfo Kabupaten Magelang mengunjungi CC Room PT Telkom di Semarang, Jawa Tengah (17/12/18)


Untuk mewujudkan Smart City Kabupaten Magelang, selain besarnya anggaran yang digelontorkan, ada tantangan besar lain yang dialami Diskominfo sebagai aktor utama pelaku Smart City. Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Statistik Drs. Sugeng Riyadi, M.Eng mengungkapkan, Tantangan terbesar membangun Smart City ini butuh proses dan butuh kesamaan persepsi dan visi semua stakeholder yang ada di Kabupaten Magelang. Visinya adalah membuat Magelang menjadi kabupaten yang cerdas.


"Tantangan paling besar yaitu persepsi kita yang harus sama, ini yang harus dipahami membangun image, tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab satu SKPD saja. Itu (Smart City) bukan miliknya Kominfo. Kominfo sekali lagi merupakan dinas pendukung yang tugasnya membangunkan aplikasi yang dibutuhkan SKPD-SKPD supaya bisa memberikan pelayanan yang smart. Tapi sementara ini masih ada anggapan bahwa semua itu menjadi tanggung jawabnya Kominfo padahal itu tanggung jawab kita bersama," kata dia.


Melihat begitu besarnya tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan Smart City Kabupaten Magelang, tidak elok rasanya ketika kita terus mempertanyakan kapan, berapa lama, dan berapa biaya yang dibutuhkan untuk merealisasikannya. Bagi jajaran Pemerintah Daerah, sudah saatnya kita merapatkan barisan dan perkuat sinergi serta tingkatkan kesadaran akan tupoksi masing-masing sehingga semua layanan Smart City dapat segera dirasakan masyarakat, meski secara bertahap. Karena sejatinya Smart City adalah mimpi yang harus kita wujudkan bersama. Salam Cerdas! (Fany Rachmawati - Pranata Humas Pemkab Magelang)


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar