Mengupas Lebih Dalam Inovasi Kabupaten Magelang

Dilihat 296 kali
Kepala Bappeda Litbangda Kabupaten Magelang, Sugiyono saat menghadiri Pameran Smart City di Balai Sudirman Jakarta, November 2019
Menyambung berita pada 21 Desember 2020 dengan judul Kabupaten Magelang Raih Penghargaan Innovative Government Award sebetulnya apa dan bagaimana bentuk nyata inovasi yang sudah dihasilkan Kabupaten Magelang sehingga bisa meraih penghargaan ini?

Berikut ini kami sampaikan wawancara eksklusif dengan Kepala Bappeda Litbangda Kabupaten Magelang, Sugiyono.

Apa saja inovasi yang telah dihasilkan Kabupaten Magelang sehingga berhasil menyabet penghargaan Innovative Government Award?

Baik, sebelumnya saya ingin menyampaikan bahwa ini semua berhasil karena petunjuk dan arahan bapak Bupati serta kerja sama Bappeda dan Litbangda dengan segenap SKPD lain serta stakeholder lainnya. Kami ucapkan terima kasih kerja samanya.

Pada penilaian IGA tahun 2020 ini, Kabupaten Magelang telah melaporkan 70 inovasi, diantaranya adalah: Centre of Service for Research (COSFRE)/ Klinik Penelitian, Paseso Merapi atau Sister Village, Program MACAK (Magelang Membaca Untuk Kesejahteraan), PEPAK (Percepatan Penurunan Angka Kemiskinan), Pancen A SIKK (Pantauan Bencana dengan Aplikasi Sistem Informasi Kebencanaan Kabupaten), Budidaya tanaman bawah tegakan penghasil emas hijau (BINTANG HIJAU) dan Jogo Tuk (Komunitas Penyelamat Mata Air) serta inovasi lainnya.

Apakah inovasi ini berhubungan dengan pencapaian Visi Misi Kabupaten Magelang?

Sangat mendukung, karena inovasi ini sangat mendukung seluruh misi Kabupaten Magelang, baik misi pertama yaitu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang sejahtera dan berakhlak mulia, misi kedua meningkatkan daya saing daerah yang berbasis pada potensi lokal dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup maupun misi keempat yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang amanah.
Karena apa? Penilaian inovasi ini sifatnya menyeluruh baik inovasi pelayanan publik, tata kelola pemerintahan maupun inovasi lainya yang mendukung sektor unggulan.

Parameter apa saja yang dinilai?

Ada dua aspek penilaian dalam Indeks Inovasi Daerah yaitu aspek Satuan Pemerintahan Daerah (SPD) dan Satuan Inovasi Daerah.
Satuan Pemerintahan Daerah terdiri dari dua variabel dan 14 indikator meliputi visi misi, tingkat lembaga kelitbangan, kuantitas dan kualitas inovasi daerah, serta indikator makro pemerintahan maupun ekonomi lainnya. Adapun satuan inovasi terdiri lima variabel dan 21 indikator penilaian untuk setiap inovasi daerah yang dilaporkan.

Apa saja tahapan yang dipersiapkan dalam pelaksanaan penilaian IGA?

Yang pertama adalah mengidentifikasi dan inventarisasi data inovasi daerah. Baik Inovasi oleh OPD maupun masyarakat, yang meliputi inovasi pelayanan publik, tata kelola maupun inovasi lainnya yang dilakukan oleh masyarakat.
Bagi Inovasi yang belum didokumentasikan maka kami fasilitasi pembuatan videonya dan bukti dukung lainnya.
Input data dan upload bukti dukungnya melalui portal yang disediakan oleh Kemendagri yang di deadline paling lambat 20 September 2020.

Apa tantangan dalam pelaksanaan penilaian ini?

Yang pertama adalah meyakinkan penggagas inovasi bahwa yang dilakukan itu merupakan produk inovatif, sehingga bersedia berperan aktif dalam memenuhi prasyaratnya.

Apa saja yang harus disiapkan untuk masing-masing inovasi?

Ini hal yang paling krusial dalam penilaian, yaitu penilaian untuk satuan inovasi.
Untuk penilaian satuan inovasi ini terdiri dari 5 variabel dan 21 indikator.
5 variabel itu adalah pertama infrastruktur yang terdiri dari 6 indikator, kedua adalah kecanggihan produk yang terdiri dari 3 indikator, yang ketiga adalah kecanggihan bisnis proses terdiri dari 5 indikator, keempat adalah output pengetahuan dan teknologi yang terdiri dari 4 indikator dan terakhir atau kelima adalah hasil kreatif yang terdiri dari 3 indikator.

Gambaran dari 21 indikator itu seperti apa?

Untuk variabel pertama, infrastruktur misalnya harus menyebutkan dan melampirkan regulasinya, baik Perda, Perbup maupun yang lainnya. Kemudian informasi penghargaan kepada inovator, yang kebetulan setiap tahun kita mengadakan lomba Krenova, sehingga menambah tinggi nilai untuk variabel ini. Masing-masing satuan inovasi dinilai dengan 5 variabel dan 21 indikator.

Rencananya seperti apa untuk mempertahankan penghargaan ini?

Yang pertama adalah menginventarisir semua inovasi yang ada di Kabupaten Magelang, baik oleh OPD maupun masyarakat.
Yang kedua mendorong semua komponen untuk melakukan inovasi termasuk inovasi oleh pemerintah desa.
Yang ketiga adalah melengkapi setiap satuan inovasi sesuai dengan 21 indikator penilaian.
Hal yang paling efektif tentunya adalah banyak melakukan lomba-lomba inovasi di berbagai sektor.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar