Zone Orange, Sekolah Belum Dibuka

Dilihat 483 kali
Bupati Magelang, Zaenal Arifin SIP
BERITAMAGELANG.ID - Keinginan sejumlah wali murid dan siswa untuk bisa kembali bersekolah dalam waktu dekat ini, terpaksa belum bisa direalisasikan. Hal ini karena status Kabupaten Magelang, masih di zone orange terkait Pandemi Covid-19. Lembaga sekolah sendiri bisa dibuka, jika daerah itu sudah masuk zone hijau dan kuning.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin saat jumpa pers Rabu (9/9/2020) di Rumah Dinasnya mengatakan, untuk pembelajaran tatap muka sendiri masih menunggu instruksi dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). "Sampai hari ini kementrian pendidikan belum memberikan izin terkait dengan pembelajaran tatap muka. Jadi kami masih menunggu. Walaupun di beberapa daerah, sudah ada yang dibuka. Namun itu karena didaerah itu statusnya sudah zona hijau dan kuning," katanya.

Zaenal menegaskan, pembukaan lembaga sekolah ini, harus dikaji secara matang. "Jangan sampai jika ini sudah mulai dilakukan, muncul kluster baru. Nah ini yang tidak kita harapkan. Jadi nanti ini jika dikeluarkan izin, izinnya berasal dari lintas pendidikan atas izin gugus tugas dengan banyak pertimbangan. Jika masuk zona merah dan orange tentunya dilarang melakukan," tegasnya.  

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin Mujahidin, menambahkan bahwa pembelajaran tatap muka untuk wilayah Kabupaten Magelang belum bisa diprediksi akan dilakukan kapan. "Belum bisa kita prediksi. Karena waktu tergantung pada beberapa hal terutama keamanan wilayah, izin gugus tugas, kesiapan protokol kesehatan itu sendiri, dan yang pasti semuanya tergantung izin orang tua," imbuhnya.

Namun terkait formulir izin kepada orang tua sendiri sudah disiapkan. "Sudah disiapkan dan tersosialisasikan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan, jika nanti ada launching sekolah sudah siap menindak lanjuti dari dinas. Terkait hal ini, kami juga masih mempertimbangkan beberapa hal, karena mengedepankan keselamatan dan kesehatan siswa. Untuk saat ini, kondisi kasus covid-19 di Kabupaten Magelang itu kan,  masih fluktuatif. Belum stabil dan masih menunjukkan progres yang naik turun," ungkapnya.

Guna mendukung kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring dan luring ini, pemerintah juga melakukan memberikan sejumlah bantuan pada siswa dan guru yang membutuhkan berupa bantuan pulsa dan internet. "Namun masih dalam tataran upload nomor hp ke pusat lewat operator sekolah. Kalau yang pusat, direncanakan ada bantuan pendidikan 35 Gb satu anak per bulan selama empat bulan," pungkasnya. 

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar