Gerbang Singa Akan Dibangun Sambut Wisatawan Borobudur

Dilihat 296 kali
Kepala Bappeda Litbangda Kabupaten Magelang, Sugiyono

BERITAMAGELANG.ID - Menyambut Borobudur sebagai destinasi super prioritas, pemerintah mulai berbenah untuk memberikan pelayanan kepada wisatawan. Salah satunya dengan membangun gerbang Singa di wilayah Keprekan Palbapang kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang. Selain itu akan dibangun gerbang lain sebagai pintu masuk Borobudur, yakni di Blondo Mungkid, Kembanglimus Borobudur dan Klangon Kulonprogo DIY. Hal itu seiring dengan akan dibangunnya jalan tol dari Bawen ke Yogyakarta.


Demikian dikatakan Kepala Bappeda Litbangda Kabupaten Magelang, Sugiyono yang dihubungi di kantornya, Rabu (29/1). Ia menjelaskan, pemberian nama gerbang Singa karena mengambil dari relief di candi Borobudur. Yang artinya kekuatan, keberanian dan juga  kebesaran. 


"Di gerbang itu, nantinya akan dibangun sebuah patung singa yang menarik," jelasnya.


Menurut Sugiyono, pembangunan gerbang Singa ini akan dikerjakan mulai 2020 ini. 


"Tapi apakah bisa empat-empatnya akan dibangun bersamaan  atau bagaimana, kita belum tahu. Saat exit tol nantinya ada di salah satu pintu gerbang, maka bisa lebih pas," ujarnya.


Sugiyono berharap, setelah gerbang Singa dibangun, maka di sekitar lokasi itu akan dibangun anjungan cerdas. Rencana inipun sudah masuk dalam Perpres 79 tahun 2019. 


"Jadi usulan dari Kabupaten Magelang sudah masuk dalam Perpres 79/2019 yang artinya sudah disetujui," tandasnya.


Dalam anjungan cerdas itu, harapannya ada terminal besar atau kelas A, kemudian ada stasiun kereta api. Juga ada amenitas wisata atau penyangga. Juga akan dibangun pusat informasi yang digital. 


"Harapannya setiap wisatawan ke Borobudur akan turun di terminal besar di sekitar gerbang Singa, kemudian diangkut dengan moda kendaraan sendiri," ujarnya.


Ada beberapa skenario alternatif untuk mengangkut para wisatawan ke Borobudur, yakni dengan menggunakan kereta api wisata, kemudian kendaraan kecil atau  kereta gantung (gondola). 


"Ada tiga alternatif, mungkin tiga-tiganya bisa dipakai, atau salah dua atau salah satunya. Kemarin sudah ada konsultan nanti kemungkinan akan dibicarakan lagi," kata Sugiyono.


Ia juga menjelaskan, untuk pembangunan anjungan cerdas ini, ada kerjasama pemerintah pusat dengan pihak ketiga. Sedangkan keterlibatan Pemkab Magelang terkait dengan soal perizinan.


Dalam anjungan cerdas itu, nantinya juga akan ada wisata belanja yang rekreatif atau belanja sambil berwisata. 


"Harapan kita ke situ sehingga ini  bisa menjadi wilayah penyangga Borobudur," imbuhnya.


Dengan pembangunan yang demikian, maka target kunjungan wisatawan asing ke Candi Borobudur tahun 2020 sebanyak 2 juta bisa tercapai. Di samping menjaga Borobudur sebagai warisan budaya dunia, juga agar keramaian tersebar.


Hal itu, menurut Sugiyono, sesuai dengan teori Presiden Jokowi, bahwa pembangunan dimulai dari pinggiran. Ketika ada keramaian di Palbapang, Blondo, Kembanglimus dan Klangon, maka akan tumbuh keramaian dan akan ada uang yang beredar. Dalam hal ini, candi Borobudur sebagai magnet besar dan sentralnya.


Contoh lain, ketika ada BOB Borobudur di Purworejo dengan di candi Borobudur, maka sekaligus ingin menghidupkan desa-desa yang dilintasi antara Bener sampai Borobudur.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar