Mengintip Proses Produksi AMDK Makhoa PDAM Tirta Gemilang

Dilihat 774 kali
Agus Tri Suharyono Direktur Utama PDAM Tirta Gemilang.

BERITAMAGELANG.ID--Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Magelang merupakan perusahaan daerah dibawah naungan Badan Perusahaan PDAM Tirta Gemilang yang terletak di Jl. Soekarno-Hatta No. 2 Kota Mungkid, Kabupaten Magelang. PDAM melayani berbagai keperluan masyarakat akan kebutuhan sumber air, salah satunya yaitu memproduksi air mineral dalam kemasan berlabel "Makhoa" yang dapat di distribusikan ke berbagai daerah.


"Kita mengambil bahasa dari bahasa Arab, Maun Khoir Afiat, yang artinya berguna baik, dan bisa kita harapkan dengan mengkonsumsi Makhoa bisa memberikan ataupun meningkatkan kesehatan," ungkap Agus Tri Suharyono Direktur Utama PDAM Tirta Gemilang.


PDAM telah menjadi perusahaan dengan sumber air bersih dari seluruh daerah Kabupaten Magelang, sehingga kualitas air yang diproduksi terjamin akan kebersihannya karena telah melewati uji sterilisasi menggunakan teknologi mesin khusus.


"Dari mata air kita ambil dan kita proses di pabrik ini melalui proses yang sudah memenuhi standar ISO juga. Semua peralatan yang digunakan sudah memenuhi standar termasuk pompanya sudah grade food artinya memang ini pompa dan peralatan yang dikhususkan untuk makanan," terang Agus.


Proses pengemasan air mineral dimulai dengan melakukan filterisasi dan sterilisasi pada air mineral untuk mengetahui apakah produk dapat dikonsumsi secara aman atau tidak. Kemudian dilanjutkan dengan proses sterilisasi pada botol atau kemasan air mineral. Setelah air dan kemasan dalam keadaan steril, maka dilakukan pengisian serta pengemasan menggunakan mesin otomatis untuk tetap menjaga kebersihan aiar minum.


Air mineral yang digunakan oleh PDAM berasal dari sumber mata air yang telah dibangun sejak tahun 1987. Salah satu sumber mata air tersebut berada di desa Semaren, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Kejernihan air tersebut menghasilkan limbah air yang masih jernih, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Hingga saat ini, limbah air tersebut digunakan sebagai sendang atau pemandian yang disebut Sendang Maren.


"Bahan ataupun air baku dalam pembuatan Makhoa ini sumbernya dari mata air Blambangan, dan ada 19 titik mata air lainnya yang tersebar di wilayah Kabupaten Magelang. Semaren dan beberapa mata air yang lain yang sumbernya juga ataupun debitnya bisa kita manfaatkan karena secara kualitas dan kapasitas lebih dari yang disyaratkan," Imbuhnya.


Dalam proses produksi Air Mineral Makhoa, selain penggunaan teknologi mesin khusus, seluruh tenaga kerja menggunakan kostum khusus seperti pelindung kepala, masker, sarung tangan dan sepatu khusus. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir adanya kontaminasi serta menjaga sterilisasi air mineral dalam kemasan.


Air mineral dalam kemasan Makhoa didistribusikan ke beberapa daerah di Kabupaten Magelang dengan sasaran wisatawan domestik. AMDK Makhoa bekerja sama dengan Candi Borobudur untuk mencapai sasaran konsumen. Banyaknya objek wisata dan hotel di Kabupaten Magelang menciptakan peluang berkembangnya brand produk Makhoa.


"Pemasaran kita kemarin utamanya adalah untuk memenuhi wisatawan domestik yang berkunjung ke Borobudur jadi kita melakukan kerjasama dengan pihak Candi Borobudur, kita akan menjalin kerjasama dengan beberapa sekolah, rencana akan membuka galeri Makhoa," ungkapnya.


Beberapa prosedur yang dilakukan bertujuan untuk menjaga kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan air mineral.

Sehingga menciptakan kepuasan dan loyalitas masyarakat terhadap perusahaan.


"Besar harapan kami dari PDAM Tirta Gemilang selaku produsen air minum dalam kemasan Makhoa, karena ini adalah milik BUMD dan BUMD itu berkontribusi terhadap pembangunan daerah, kami mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat. Ayo kita konsumsi Makhoa ini yang ujungnya juga bisa meningkatkan pendapatan asli daerah," pungkasnya. *) Rep. Erlin Sabna

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar