Makna Nuzulul Quran di Masa Pandemi Covid-19

Dilihat 553 kali
Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Magelang, Jumari
BERITAMAGELANG.ID - Peristiwa Nuzulul Qur'an (waktu turunnya Al-Qur'an) pada 17 Ramadhan 1441 Hijriyah tahun ini diperingati dalam kondisi darurat akibat wabah Covid-19.

Langkah-langkah pencegahan dilakukan melalui protokol kesehatan, mulai dari jaga jarak fisik, tidak membuat kerumunan, menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan, serta memakai masker.

Perjalanan kehidupan sejak Al-Qur'an diturunkan di bumi sampai dengan saat ini sudah diwarnai dengan berbagai peristiwa yang beragam dengan segala dinamikanya. Surat Al-'Alaq adalah yang pertama kali diturunkan, pada ayat pertama surat tersebut dicantumkan kata Iqra' yang artinya bacalah.

"Perintah membaca memiliki arti dan menghimpun banyak makna antara lain meneliti, mengkaji, mendalami dan juga mengetahui ciri sesuatu," demikian disampaikan Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Magelang, Jumari, Minggu (10/5/2020).

Pilihan sikap dan kebijakan dalam menghadapi setiap persoalan hidup sudah seharusnya dilakukan melalui berbagai proses sebagaimana makna yang terkandung dalam perintah membaca tersebut.

"Oleh karenanya, yang dibaca tidak hanya yang tertulis semata akan tetapi juga yang tidak tertulis," pesannya.

Melihat fenomena munculnya covid-19 sebagai pandemi (penyebarannya yang luas) ini juga perlu dilakukan dengan semangat Iqra'.

"Banyak aspek yang perlu dipertimbangkan agar semua bisa selamat dan segera mampu melewati masa darurat ini," ujarnya.

Al Quran sejak awal mengajarkan tentang keseimbangan dan perpaduan antara aspek ikhtiar dalam bentuk usaha lahiriah dan pertolongan Allah, akal dan qalbu (hati), pikir dan dzikir, ilmu dan iman.

Sesuai semangat yang ada didalam Al- Quran maka setiap pribadi muslim perlu memadukan masing-masing kedua aspek tersebut dalam perjalanan hidupnya.

"Sikap pasrah dan juga permohonan doa kepada Allah agar wabah Covid-19 segera berakhir, perlu diikuti juga dengan usaha dalam bentuk pelaksanaan protokol kesehatan yang sudah dibuat dan disusun berdasarkan pertimbangan akal, pikiran dan juga ilmu pengetahuan," tegasnya.

Jumari menambahkan, kemampuan membaca Al-Qur'an perlu disempurnakan dengan ikhtiar memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Jadikan setiap peringatan Nuzulul Qur'an sebagai momentum untuk refleksi dan evaluasi terkait pelaksanaan setiap pedoman hidup yang tercantum di dalam Al-Qur'an itu sendiri," tandasnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar