Kurangkah Nikmat yang Diwariskan Pahlawan?

Dilihat 1343 kali
Drs. Tito Listianto, MM, Pelatih Paskibra 2008-2018 Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID - Perjuangan berdarah yang mengorbankan banyak pejuang pada peristiwa 10 November ketika Indonesia melawan Belanda sungguh memberikan banyak arti bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Sejarah Revolusioner Nasional yang diperingati setiap tanggal 10 November, membuktikan bahwa begitu keras perjuangan bangsa ini melawan kolonialisme.


Perjuangan masyarakat Surabaya melawan penjajah menggerakan hati seluruh warga negara Indonesia untuk melakukan perlawanan. Dan perlawanan yang dilakukan setelah Kemerdekaan Indonesia dicetuskan merupakan aksi menghindari para penjajah yang ingin kembali menguasai Indonesia.


Untuk melawan penjajah pada masa kolonialisme melibatkan banyak sekali pengorbanan, dari yang muda hingga orang tua. Seluruh warga masyarakat Indonesia berjuang untuk merebut kemerdekaan. Terutama perjuangan para pemuda yang semangatnya berapi-api untuk Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemuda merupakan bagian yang paling penting dalam setiap peristiwa yang terjadi di negeri ini.


Tidak salah lagi, Pangeran Diponogoro yang masih berusia belia saja sudah turut berperang ketika ia berumur 16 tahun. Ia sudah mulai berperang pada masa kerajaan dan menjadi pemimpin perang. Jadi, jasa seorang pahlawan sangatlah penting. Tidak mengenal muda atau tua, pahlawan tetaplah pahlawan. Orang yang sudah berjuang untuk kemaslahatan orang banyak.


Berikut wawancara eksklusif dengan Drs. Tito Listianto, MM, salah seorang Pelatih Paskibraka Kabupaten Magelang dari tahun 2008-2018 yang menceritakan arti kata 'Pahlawan'.  


Apa arti pahlawan menurut anda?

Kita tidak boleh melupakan sejarah perjuangan para pahlawan, dengan peringatan hari besar pahlawan yang selalu kita peringati setiap tanggal 10 November. Alur sejarah selalu berjalan sesuai zaman. Kini kita sudah dibekali banyak sejarah oleh para pejuang bangsa. Perlawanan yang berat pada masa penjajahan sudah di lewati melalui genjatan senjata. Perlawanan berdarah yang mengorbankan banyak jiwa. Hingga kini kita bisa menikmati warisan para pejuang dengan hidup nyaman di negara yang kaya ini. Masa sudah berganti masa, era kemerdekaan sudah menjadi sejarah bagi bangsa ini. Lalu, masa orde baru sudah digantikan era reformasi. Dan saat ini, kita kenal dengan revolusi mental kata orang nomor satu negara ini. Tidak hanya itu, para anak muda yang mengaku generasi milenial sudah ramai terdengar di telinga khalayak publik pada saat ini. 


Lalu bagaimana pemuda hari ini, sudahkah menikmati warisan para pejuang yang kita sebut pahlawan? Tidak malukah bila masih mengeluh? Kurangkah nikmat yang pahlawan wariskan?

Warisan yang diberikan pahlawan tidak akan sanggup dibeli oleh siapapun. Belanda sekalipun tidak bisa membelinya. Indonesia adalah harta yang diberikan oleh para pahlawan bagi anak cucunya. Indonesia yang mampu berdiri sendiri tanpa perintah dari negara jajahan manapun. Sumber daya alamnya yang menjadi sumber kemakmuran bagi masyarakat adalah harta yang tak ternilai jumlahnya. Kebebasan menyatakan kebenaran dan kebebasan berkarya untuk kepentingan publik. Tidak bisa disebutkan satu per satu warisan yang telah diberikan oleh pahlawan.


Lalu era sekarang bagaimana?

Mereka tidak lagi meninggalkan perang, melainkan meninggalkan kebebasan. Tapi, yang terlihat ternyata era sekarang sudah terlalu bebas. Kentalnya pengaruh moderenisasi menyebabkan pemuda melewatkan sendi-sendi sejarah dan kebudayaan masyarakat Indonesia.


Bagaimana peran pemuda terhadap Pahlawan?

Peran pemuda terhadap sejarah perjuangan pun perlahan-lahan hilang. Setelah asik dengan kebanggaan predikatnya sebagai generasi milenial, merasa pemuda paling modern dan gaul. Menjaga peran sebagai muda sangatlah penting dengan membangkitkan rasa patriotisme. Mampu memberikan prestasi untuk negara Indonesia.

Jangan sampai pahlawan kita menangis melihat warisannya yang hampir habis. Mereka tidak butuh plakat, piala ataupun penghargaan lainnya yang hanya menjadi simbol apresiasi saja. Para pahlawan kita hanya ingin Indonesia utuh sejarah dan adat budayanya serta sejahtera masyarakatnya. 


Soal intlektual bagi pemuda?

Peran inteletual yang mana sebagai pemuda haruslah mampu memberikan ilmu pengetahuan agar memliki dasar yang kuat dalam melakukan sesuatu. Tidak bertindak berdasarkan pengetahuan yang kosong. Penting sekali seorang pemuda memiliki wawasan yang luas agar bermanfaat bagi masyarakat banyak


Bagaimana peran pemuda agar maksimal dalam mengapresiasi pahlawan?

Dengan menjalankan peran pemuda secara maksimal, maka ini merupakan sebuah apresiasi kita terhadap pahlawan. Yang pertama adalah tidak melupakan sejarah apalagi sejarah perjuangan para pahlawan yang telah gugur di medan perang. Dengan mengingat jasa para pahlawan mampu menggerakkan kita untuk tidak menyiakan-nyiakan perjuangan para pahlawan. Selanjutnya yang kedua adalah menumbuhkan sikap patriotisme yang mana cinta terhadap tanah air, mampu berkorban demi kepentingan negara serta menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. Maju para pemudanya harum nama negaranya. Selamat Hari Pahlawan 2018!

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar