Guru Harus Kreatif Terapkan Metode Belajar Online

Dilihat 408 kali
Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif PCNU Kabupaten Magelang, Sugeng Riyadi

BERITAMAGELANG.ID - Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif PCNU Kabupaten Magelang, Sugeng Riyadi mengungkapkan metode pembelajaran online sebetulnya sudah lama diagendakan di dunia pendidikan, namun belum realisasinya akibat tidak ada target waktu yang jelas.


Pandemi Covid-19 ini seakan menjadi momentum yang tepat mereformasi metode konvensional ke model digital.


"Semua elemen sedang menghadapi tantangan berat, khususnya guru yang terus berjuang memelihara agar iklim akademik dan semangat belajar peserta didik tidak padam selama proses belajar-mengajar tatap muka belum diizinkan oleh pemerintah," ujar Sugeng yang juga menjabat Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Statistik pada Dinas Kominfo Kabupaten Magelang.


Menurutnya, mengajar adalah seni. Sehingga setiap guru memiliki ciri khas masing-masing agar materi daring yang disampaikan tidak membosankan.


Pertama, guru harus berhasil menjadi orang yang disenangi oleh muridnya. Bagaimanapun caranya. Kalau sudah disenangi, materi yang disampaikan akan dengan mudah terserap.


"Dan jangan lupa tinggalkan metode-metode yang kaku, yang tidak relevan lagi dengan zaman kekinian," pesannya.


Menyikapi keluhan sebagian besar orangtua peserta didik tentang materi pelajaran daring yang dinilai berat dan menjenuhkan, ia mengajak elemen guru khususnya LP Ma'arif PCNU Kabupaten Magelang untuk senantiasa meningkatkan kompetensinya.


Lebih lanjut, ia juga berpesan kepada orangtua peserta didik agar memperhatikan betul kedisiplinan dan aktivitas putra-putrinya selama belajar dari rumah. Sebab, masa pandemi ini berpotensi memengaruhi karakter anak. Contoh kecil, biasanya mereka wajib bangun pagi, bersiap-siap lalu berangkat ke sekolah, sekarang sudah tidak berlaku.


Contoh lain adalah kerapihan rambut, pergaulan dan ibadah selama aktivitas ke Madrasah/sekolah belum diperbolehkan. Sementara guru tidak bisa memonitor langsung ke rumah masing-masing peserta didik.


"Kami mohon para orangtua agar benar-benar memperhatikan anak. Inilah saatnya orangtua dan guru lebih serius lagi bersama-sama menjaga generasi penerus bangsa," ajak pria yang pernah menjadi Kepala SMK Ma'arif Kota Mungkid ini.


Ia menambahkan, corona seolah menjadi seleksi alam bagi para pengajar. Mereka yang enggan mengikuti perkembangan teknologi informasi otomatis tereliminasi. Sebaliknya, bagi yang cepat beradaptasi, akan tetap eksis.


"Kita tetap harus bijak menyikapi bahwa corona ini ada plus- minusnya. Plus-nya, guru dipaksa menguasai teknologi dengan cepat. Minusnya, persiapannya serba dadakan, bahkan relatif tanpa persiapan sehingga dikhawatirkan materi pembelajaran daring (online) kurang menarik," kata dia.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar