Endra Wacana: Memajukan Kabupaten Magelang Butuh Sinergisme Pemerintah dan Media

Dilihat 172 kali
Endra Endah Wacana, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID - Endra Endah Wacana baru saja dilantik sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang menggantikan Plt Sekda sebelumnya, Eko Triyono yang sudah berakhir masa jabatannya. Usai pelantikan, di sela kesibukan yang sudah menanti dalam amanah barunya, Endra menyempatkan diri berbincang santai dengan Redaktur BeritaMagelang.id, Fany Rachma. Berikut kami hadirkan wawancara eksklusif di ruang kerja Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang saat ini, Endra Endah Wacana yang juga masih menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum Setda.

Pak Endra, sebelumnya kami mengucapkan selamat bapak sudah dilantik menjadi Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang. Setelah dilantik, apa agenda bapak saat ini?

Penjabat itu bertugas membantu kebijakan Bupati, tugas utamanya adalah administrator. Penunjukan Penjabat Sekretaris Daerah itu adalah untuk mengisi kekosongan pejabat yang definitif, intinya itu. Kemudian tadi di dalam sambutan Bupati (saat melantik Penjabat Sekda) menekankan beberapa hal, percepatan anggaran, kemudian juga percepatan RPJMD. Dilihat dulu, dicermati mana yang belum sampai target, mana yang sudah, kendalanya apa, itu PR besar yang di depan mata.

Untuk bagaimana Penjabat Sekda itu bisa lebih maksimal, artinya ada tugas-tugas yang dibebankan tadi disampaikan, itu yang utama.

Ada inovasi atau terobosan apa yang ingin bapak kerjakan untuk prioritas setelah menjadi Penjabat Sekda?

Tentu kita perlu kebersamaan dan tidak mengedepankan ego sektor kita semata-mata. Butuh kebersamaan untuk memajukan Magelang. Semua sektor penting, tetapi lihatlah prioritas Magelang itu apa, bisa pendidikan, kesehatan, pariwisata dan sebagainya.

Kalau dianggap ada yang penting dan tidak, itu tidak benar, karena semuanya itu penting, tapi tetap prioritas itu yang perlu dikedepankan.

Kemudian kita juga harus mengawal angka kemiskinan kita, sesuai target RPJMD. Kemudian masalah stunting juga itu jadi perhatian Pemerintah karena setiap 300 orang anak kelahiran, itu 105 yang terkena stunting, itu kan presentasinya masih tinggi di bidang kesehatan. Juga isu-isu aktual lainnya tentu menjadi prioritas Pemerintah.

Kemudian menyambung Car Free Day yang sudah beberapa kali diselenggarakan dan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Kalau memungkinkan, warga minta diadakan rutin, bagaimana tanggapan bapak?

Car free day itu memang ajang memberikan ruang bagi masyarakat untuk benar-benar akrab dengan alam sebetulnya, dimana saat itu benar-benar bebas dari asap, polusi, dan emisi gas buang. Pemkab Magelang benar-benar peduli dengan itu. Nah, ke depannya kita harus melihat animo masyarakat. Kalau memang masyarakat mendorong untuk itu diselenggarkan dalam waktu-waktu tertentu, misalnya sebulan 2 kali ya kita adakan, tapi tematik ya.. Misalnya bulan Agustus ini tentang kemerdekaan, dan seterusnya. Tema ini sesuai dengan yang terjadi dinamika di kehidupan kita. Boleh jadi Car Free Day itu tentang isu-isu yang berkembang hangat di masyarakat. Tematik intinya.

Dan juga begini, yang namanya media itu kan kekuatan pilar demokrasi yang ke empat, ya itu memang punya potensi, punya inovasi. Saya lebih pingin memberikan ruang untuk kawan-kawan wartawan untuk makin memajukan daerah kita, di samping  SKPD tentunya juga punya tupoksi sendiri-sendiri, tapi kan kolaborasi, sinergitas, dengan wartawan itu memang mutlak dibutuhkan.

Sekarang ini kan kondisinya masih ada SKPD yang mungkin kurang familiar dengan wartawan, tanggapan Pak Endra seperti apa?

Itulah perlu pendekatan yang humanis. Mungkin yang terjadi 10 atau 5 tahun yang lalu, gambaran wartawan itu kaku dan menyudutkan (Pemerintah) itu kan cerita lama sebetulnya. 

Temen-temen (SKPD) harus sadar bahwa kita itu bisa besar dengan media, entah itu media mainstream, media sosial, media televisi, itu siapapun nggak ada yang bisa menolak. Begitu juga Pemerintahan bisa besar karena media. Kinerja Pemerintah juga bisa terekspos lewat media, nggak mungkin nggak beriringan. Itu butuh waktu kawan-kawan (media) untuk memberikan pengertian bahwa kolaborasi sinergitas dengan wartawan adalah hal positif.

Tentu kita tidak akan mendoktrinasi media, nggak mungkin itu. Media tetap pada relnya, artinya profesionalisme jurnalistik tetap pada rambu-rambunya. Jurnalis itu menurut saya cukup dewasa cara berfikirnya, artinya sudah paham memilah isu pemerintahan apa yang patut diberitakan atau tidak. Tapi yang jelas, kita tidak akan intervensi atau mengarahkan (media), tidak seperti itu. Kolaborasi itu adalah konteks bagaimana saling melakukan tupoksi sendiri-sendiri. Pemerintah juga melakukan tupoksi sendiri, kemudian profesionalisme wartawan juga bekerja sendiri, kan sinergitas di situ ketemu. Nah ini sebetulnya harapan kita terdekatnya.

Jadi dengan kata lain, Pemkab Magelang juga tetap menginginkan fungsi kontrol dari wartawan tetap berjalan?

Iya dong, kontrol tidak hanya dari wartawan, juga dari masyarakat. Lalu, kenapa media dan wartawan itu kok lebih diperhatikan? Karena wartawan itu kan jaringannya lebih luas, infonya update, itu beda dengan masyarakat yang kadang subjektif yang menyampaikan keluhan atau aspirasi apa adanya, misalnya lapor ada jalan rusak, tapi wartawan kan update dan professional, jadi beritanya berimbang.

Berita-berita tidak harus bagus, belum tentu masyarakat juga suka, jadi beritanya yang berimbang, tentunya juga berita-berita yang membuat Magelang itu maju, sifatnya membangun, tidak berita-berita yang melemahkan.

Saya malah tertarik kemarin waktu pak Bupati menyampaikan kita punya obyek wisata yang sangat bagus kan di lereng Sumbing, Menoreh, Andong, Telomoyo, itu kan kalau kita dorong, dirancang anggarannya, kita kolaborasi dengan pihak ketiga itu luar biasa. Itu ruang yang bisa kita maksimalkan untuk memajukan Magelang karena Magelang yang eksklusif itu kan daerah dimana kita dikelilingi 7 gunung. Merapi, Merbabu, Telomoyo, Sumbing, Andong, nggak ada di daerah lain itu, makanya Magelang dilihat dari atas kan Mahagelang, gelang yang sangat besar. Nah itu kalau kita maksimalkan potensinya, kembali itu kan butuh promosi. Itu wajah, itu perform Magelang. Kami harap temen-temen wartawan juga turut membantu memberitakannya di media masing-masing.

 

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar