Diterjang Puting Beliung, Warga Swadaya Perbaiki Objek Wisata Grenden

Dilihat 308 kali
Pohon -pohon tumbang jadi daya tarik tersendiri objek wisata Grenden di lereng Merbabu

BERITAMAGELANG.ID - Pasca diterjang angin puting beliung pada akhir 2019, kawasan hutan wisata Grenden di desa Pogalan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang rusak parah. Puluhan ribu pohon Pinus tumbang dan patah. Kawasan wisata langsung ditutup karena tidak ada yang bisa dijual kepada wisatawan. Sarana prasarana yang ada seperti rumah hobbit dan spot- spot selfie, banyak yang rusak .


Kondisi itu membuat pengelola khususnya, dan warga pada umumnya menjadi putus asa. Sebab objek wisata yang baru saja dibuka ini jadi berantakan. 


Namun rasa putus asa itu tidak dipelihara lama. Warga dan pengelola serta pemerintah desa setempat berembug. Disepakati, objek wisata Grenden yang menawarkan panorama alam nan indah, harus dibenahi.


Timbul masalah soal keuangan. Di sinilah kegotongroyongan dan rasa handarbeni muncul. Beberapa warga secara sukarela menjaminkan BPKB kendaraan bermotor mereka. Baik mobil maupun sepeda motor.


"Ada beberapa warga rela gadaikan BPKB untuk kumpulkan modal," kata Madiyono, kepala desa Pogalan.


Menurut dia, warga memang berinisiatif segera membenahi lagi sarana yang rusak. Mereka memanfaatkan kayu-kayu yang roboh maupun patah untuk dijadikan fasilitas wisata.


"Tentunya kami butuh alat dan tukang serta logistik untuk membangun fasilitas yang rusak," imbuh Madiyono.


Menurut Kades yang baru dilantik ini, pihaknya tidak bisa membantu karena dana desa tidak bisa digunakan secara mendadak. 


"Desa juga belum bisa membantu karena sistem penganggarannya tidak bisa secara tiba-tiba," jelasnya.


Dalam memanfaatkan limbah kayu yang rusak ini, pihaknya sudah minta izin dan berkomunikasi dengan Taman Nasional Gunung Merbabu. 


Selama satu bulan penuh, warga membenahi lagi fasilitas yang bisa digunakan untuk wisatawan. Total dana yang digunakan oleh warga  kurang lebih sekitar 50 juta rupiah.


Dengan dana sebesar itu, warga bisa membangun beberapa spot selfie, seperti jembatan, jam dan rumah hobit. Juga ada bangunan yang akan digunakan untuk tempat kuliner. Bangunan untuk usaha UMKM warga ini cukup nyaman. Hampir 90 persen menggunakan bahan kayu. Yang menarik, pohon-pohon yang tumbang tidak dipotong, melainkan justru menjadi daya tarik tersendiri.


Menurut Madiyono, sebelum musibah angin kencang terjadi, dalam sehari ada sekitar 50 pengunjung yang datang, dengan harga tiket masuk Rp 12.500 di hari libur dan Rp 10.000 di hari biasa. Tempat wisata Grenden dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pogalan. 


Kepala Taman Nasional Gunung Merbabu, Juniarti mengaku mengapresiasi inisiatif warga untuk membangun lagi lokasi wisata yang rusak akibat bencana puting beliung beberapa waktu lalu. Tercatat dalam musibah itu, ada 18 ribu pohon yang tumbang.


"Kami akan melakukan pemulihan ekosistem seluas 25 hektar, dengan menanam bibit tanaman keras sekitar 9 ribu," kata dia.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar