Warga Ramai Kunjungi Pasar Papringan Tampir Wetan Candimulyo

Dilihat 255 kali
Pasar Papringan di Tampir Wetan 2 Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID - Menciptakan pasar Papringan (dikelilingi pohon bambu) memang sedang tren di Kabupaten Magelang. Selain menumbuhkan potensi warga setempat, juga untuk meningkatkan kesejahteraan. Di sisi lain, pasar papringan yang berlokasi di kebun bambu atau pring, menambah kesan tradisional dan pasar pada zaman dahulu. Hal itu diharapkan mampu menarik kedatangan wisatawan.


Seperti halnya di dusun Tampir Wetan 2 Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang, Minggu (23/2/2020) juga dibuka pasar papringan. Pasar ini adalah ide para mahasiswa KKN dari Universitas Negri Sebelas Maret Solo (UNS).


Sejak pagi hari, suasana meriah di dusun itu sudah terasa. Warga nampak antusias untuk berjualan ataupun membeli. Suara gamelan menambah kemeriahan di area pasar. Para penjual mengenakan pakaian adat tradisional. 


Peresmian pasar papringan ini dilakukan Camat Candimulyo, Mulyanto. Sebelum diresmikan, didahului dengan kirab budaya dan penampilan kesenian tradisional setempat.


Kegiatan ini juga dihadiri para perangkat kecamatan dan desa, Polsek maupun Koramil serta civitas akademika UNS. Pembukaan lebih berwarna dengan kehadiran para duta wisata Kabupaten Magelang.


Camat Candimulyo Mulyanto dalam sambutannya mengapresiasi yang sudah dilakukan para mahasiswa KKN asal UNS. 


"Diharapkan, pasar papringan ini menjadi embrio untuk kegiatan  lain yang bertujuan untuk menggali potensi desa dan menyejahterakan masyarakat," ujarnya.


Hal sama disampaikan dosen pembimbing, Dewi Kusuma Wardani. Ia mendorong mahasiswa untuk selalu berinovasi. 


"Kegiatan pasar papringan ini diharapkan bisa terus berlanjut dan diteruskan oleh mahasiswa KKN selanjutnya," harapnya.


Rizky Abdul Rohman, yang menggagas pasar ini mengatakan, di dalam pasar ini, dijual berbagai makanan tradisional, seperti getuk, nasi megono, baceman, dan masih banyak makanan tradisional yang lain.


Mahasiswa jurusan teknik mesin fakultas teknik UNS ini menyampaikan, pasar Papringan mengangkat empat hal yaitu lingkungan, ekonomi, kesenian, serta sosial.


Lingkungan diangkat karena dalam pasar tersebut meminimalkan penggunaan plastik. Secara ekonomi diharapkan dapat membantu PAD desa tersebut.

Sedangkan Kesenian diangkat karena di dalam peresmian diadakan kirab budaya Dayakan.


"Pasar ini juga dibentuk ada misi sosial, karena yang berjualan adalah masyarakat yang rentan miskin. Dengan berjualan, maka ada potensi untuk mendapatkan penghasilan," katanya.


Menurut Rizqi adanya pasar ini dapat meningkatkan perekonomian serta daya tarik wisatawan terhadap desa tersebut.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar