Warga Di Salaman Bikin APD Gratis Untuk Tenaga Medis

Dilihat 391 kali
Warga RT 54 RW 16 Perumahan Griya Salaman Asri, Dusun Jurusawah, Desa Menoreh, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang secara swadaya membuat alat pelindung wajah dan hasilnya dibagikan gratis ke rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID - Keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petugas medis yang menangani Covid-19, membuat warga perumahan Griya Asri, RT 54 RW 16 dusun Jurusawah desa Menoreh, kecamatan Salaman kabupaten Magelang prihatin. 


Mereka tergerak untuk membuat APD dan diserahkan kepada para petugas medis yang menangani Covid-19.


"Sejak mengetahui adanya keterbatasan APD terutama pelindung wajah, maka kami tergerak untuk membuat sendiri dan diberikan gratis bagi para tenaga medis," kata Ketua RT 54 RW 16, Markus Njoto Nugroho, Selasa (7/4/2020).


Markus mengatakan, warga berinisiatif  membuat APD Face shield (pelindung wajah).  APD ini dibuat dari bahan kaca fiber dan kain elastis serta bahan lainnya. Modal awal pembuatan APD face shield adalah sumbangan warga.


Pembuatan APD ini sengaja dilakukan warga untuk mengisi waktu selama masa physical distancing (menjaga jarak) yang diterapkan pemerintah  dalam memutus rantai Virus

Corona.


"Ini juga untuk mengurangi rasa jenuh warga saat berada di rumah," kata pria yang akrab dipanggil Totok.


Ia menambahkan, kegiatan yang didukung Kepala Desa Menoreh, Sutedjo dan dibantu Satgas Covid-19 serta lembaga pengelola dana bergulir desa setempat, juga sebagai salah satu bentuk kepedulian sosial masyarakat setempat dalam membantu pemerintah memberantas Covid-19.


Menurutnya, masyarakat Perumahan Salaman Asri tersebut dalam satu harinya mampu memroduksi lebih dari 100 unit topi pelindung. APD yang sudah jadi kemudian langsung didistribusikan kepada seluruh rumah sakit dan puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Magelang. 


"Saat ini, warga sudah berhasil membuat  lebih dari 1.500 buah pelindung wajah dan telah dibagikan untuk tim tenaga medis di Kabupaten Magelang," katanya.


Selain itu, warga juga menyerahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang dan langsung diterima Kepala Dinas setempat Retno Indriastuti hari ini, Selasa (7/4/2020).

Totok menambahkan, pada awal pembuatan alat pelindung wajah yakni pada akhir Maret, pihaknya tidak mengalami kendala yang berarti. 


Namun, dalam beberapa hari terakhir, rintangan kecil mulai datang, yakni sulitnya mendapatkan bahan baku berupa kaca mika dan harga yang juga mulai merangkak naik.

Karena sulitnya mendapatkan bahan baku terutama kaca mika, dari uang Rp 2 juta yang sebelumnya bisa membuat 100 pelindung wajah, kini hanya bisa menghasilkan 80 buah saja.


Meski menemui kendala, tidak menyurutkan warga untuk tetap membuat APD itu. Karena warga sudah bertekad untuk berbuat kebaikan bagi sesama dan juga bagi Bangsa Indonesia dalam memerangi virus Corona.



Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar