Wajib Pakai Sandal Upanat, Wisatawan Segera Boleh Naik Candi Borobudur

Dilihat 2051 kali
Sandiaga Uno saat berkunjung ke Candi Borobudur, Jumat (14/1)

BERITAMAGELANG.ID - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengapresiasi Kementerian PUPR atas selesainya pembangunan Concourse atau jalan menuju Candi Borobudur. 


Concourse tersebut dikatakan Sandi akan segera dioperasikan. Dan hal tersebut diharapkan merupakan awal kebangkitan ekonomi. Setelah nanti dibuka dengan penataan yang sesuai dengan petunjuk dari Balai Konservasi Borobudur, maka akan dapat segera menerima kunjungan wisatawan.


“Yang di pelataran Candi sebanyak 4.000 dan 1.000 yang dapat naik ke Candi dengan memakai Sandal Upanat yaitu sandal yang memang digunakan untuk naik candi, ini terdapat di relief 150 Karmawibangga," kata Sandiaga Uno saat melakukan rangkaian kegiatan di Kawasan Borobudur, Jumat (14/1).


Sandi berharap dengan mulai diterimanya wisatawan berkunjung ke Candi Borobudur mengenakan sandal Upanat akan dapat membuka lapangan kerja baru. Pelestarian cagar budaya tetap terjaga dengan tetap mengutamakan sisi konservatif walaupun masih dalam bingkai protokol kesehatan.


“Saya pastikan pembangunan ini (Concourse) tidak menyalahi petunjuk dan kaidah yang ada dan ini kita lakukan sepenuhnya dengan berkonsultasi dengan pihak-pihak yang berkompeten dalam lingkup pelestarian Candi Borobudur," lanjutnya.


Kepala Balai Konservasi Borobudur, Wiwit Kasiyati mengatakan terkait penerimaan kembali wisatawan untuk Candi Borobudur, pihaknya menunggu arahan dari Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI. 


“Kami menunggu arahan dari Bapak Dirjen Kebudayaan karena memang masih ada yang harus diselesaikan untuk bisa membuka Candi Borobudur agar wisatawan bisa naik dengan jumlah terbatas, karena hal ini terkait dengan kesiapan kami namun akan segera kami minta arahan Dirjen," katanya.


Selain itu, Wiwit juga menyampaikan wisatawan yang nantinya diperbolehkan naik ke struktur Candi Borobudur harus didampingi dengan guide yang kompeten. Dan dalam hal ini guide harus dapat menjelaskan Candi Borobudur adalah warisan dunia yang mempunyai outstanding universal value (Nilai universal luar biasa).


“Bahkan kita juga sudah siapkan One Touch, yang memungkinkan wisatawan yang belum bisa naik ke Candi Borobudur akan dapat melihat dari handphone, relief Karmawibangga yang tertutup. Ini merupakan kerjasama Balai Konservasi Borobudur dan ITB," ungkapnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar