Wagub Taj Yasin Imbau Donasi Tidak Diberikan Langsung Di Lokasi Pengungsian

Dilihat 136 kali
Wagub Jateng Taj Yasin bersama Bupati Magelang Zaenal Arifin di lokasi pengungsian Merapi Desa Deyangan Mertoyudan

BERITAMAGELANG.ID - Mengantisipasi penularan COVID-19 bagi pengungsi Merapi, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mengimbau masyarakat yang hendak memberikan donasi agar dititipkan di kecamatan.


"Lha ini karena kita tidak bicara Merapi saja, tapi bicara tentang COVID-19. Mereka (pengungsi) saat ini sudah di titik aman tentang penularan COVID-19," kata Wagub Jateng Taj Yasin saat mendampingi Kepala BNPB meninjau lokasi pengungsian Merapi di TEA Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jumat (20/11/2020).


Taj Yasin berpesan agar para donatur, mahasiswa yang saat ini mengumpulkan dana atau sumbangan jangan langsung diserahkan di lokasi pengungsian.


"Jangan langsung masuk ke pengungsian karena itu juga berbahaya tentang penularan COVID-19. Ini yang perlu kita antisipasi," katanya.


Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan Bidang Penanganan Kesehatan di tiap tempat pengungsian. Petugas kesehatan di masing-masing pengungsian ada dua orang yang terbagi menjadi tiga shift.


Ditambahkan Nanda, apabila ada pengungsi yang sakit batuk pilek akan dipisahkan dengan masyarakat pengungsi yang lain.


Hingga kini para pengungsi di Desa Deyangan, Banyurojo, Ngrajek dan Tamanagung Muntilan juga dalam kondisi sehat.


"Dari pantauan di lapangan tidak ada keluhan sakit berat dari para pengungsi dan sudah bisa ditangani," ungkap Nanda.


Sedangkan upaya untuk meminimalkan kontak penyebaran covid-19 di titik-titik pengungsian telah dilakukan rapid test ke pengungsi. Pada proses itu jika ditemukan reaktif maka langsung menjalani perawatan intensif di rumah sakit daerah.


Dalam penanganan pengungsi itu, selain penyekatan berupa bilik kamar, protokol kesehatan juga dilakukan melalui pembatasan jumlah pengunjung keluarga pengungsi.


"Termasuk ketentuan bagi para relawan yang bertugas serta pengunjung di sini juga dibatasi tidak seperti kondisi normal," tegas Nanda.


Sesuai data BPBD Kabupaten Magelang Jumat (20/11/2020) jumlah pengungsi mencapai 818 jiwa di sembilan titik pengungsian. Para pengungsi berasal dari sembilan dusun, tiga desa di Kecamatan Dukun.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar