Tradisi Merti Kali Brengkal, Upaya Warga Merbabu Menjaga Sumber Air

Dilihat 2202 kali
Bupati Magelang Zaenal Arifin di penanaman pohon Kali Brengkal Kaponan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang.
BERITAMAGELANG.ID - Berupaya menjaga kelestarian sumber mata air, masyarakat di lereng Gunung Merbabu menggelar upacara budaya Merti Kali Brengkal di Desa Kaponan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, Sabtu (20/3/2021).

Selain membersihkan sumber mata air, mereka juga menanam pohon untuk menjaga sumber mata air.

Sejak pagi warga Kaponan telah menyusuri jalan setapak terjal di antara jurang dan bukit sejauh 300 meter. Mereka telah mempersiapkan peralatan cangkul, linggis dan sabit untuk membersihkan lumut dan rumput di sekitar sumber air Kali Brengkal.

Sebelum beraktivitas warga membaca doa keselamatan yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat. 

Bupati Magelang Zaenal Arifin yang hadir dalam tradisi ini nampak larut dalam khidmad.

Prosesi bersih Kali Brengkal ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat karena sudah diberikan rezeki dan berkah sumber air melimpah.

"Saya apresiasi. Ini tradisi yang harus dilestarikan karena melestarikan alam. Maka alampun akan memberi yang terbaik bagi kita," kata Zaenal usai mengikuti doa itu.

Sumber air ini berada di atas bukit. Meski kemarau panjang sumber air ini tak pernah kering. 

Melalui jaringan pipa air dialirkan ke sejumlah bak penampung. Sekitar 222 kepala keluarga memanfaatkannya untuk kebutuhan setiap hari seperti memasak, mencuci dan sebagainya.

Selain membersihkan sumber air, warga juga menananam ratusan jenis pohon yang dinilai efektif untuk menyimpan dan mendekatkan air ke permukaan tanah.

"Menanam pohon ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena dipergunakan untuk melestarikan air," ujar Zaenal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang Sarifudin menambahkan, saat ini masyarakat secara mandiri sadar bahwa menjaga dan merawat alam, berarti menjaga dan merawat diri sendiri. Menghormati alam sama halnya menghotmati Sang Pencipta. 

"Keadaan yang sudah sangat jarang terjadi di kondisi sekarang. Apalagi warga sadar untuk berupaya mandiri menjaga sumber air," ucapnya.

Dalam kesempatan itu diserahkan juga Sertifikat Apresiasi Partisipasi Proklim Madya yakni Desa Tirto Kecamatan Grabag, Desa Kricing Kecamatan Secang, dan Dusun Ngampin Kecamatan Kaliangkrik.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang