Tradisi Grebeg Lenteng Digelar Sederhana di Sumberarum Tempuran

Dilihat 153 kali
Warga Gunung Bakal membawa "Lenteng" setelah dilakukan doa bersama

BERITAMAGELANG.ID - Kegiatan tradisi Grebeg Lenteng digelar masyarakat Dusun Gunung Bakal Desa Sumberarum Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang, Selasa (19/10).


Acara yang tahun ini masuk dalam kegiatan Fasilitasi Upacara Tradisi Disdikbud Kabupaten Magelang tersebut sebelum tahun 2000 hanya dilaksanakan dan diikuti oleh warga sekitar. Namun, setelah itu pengunjung semakin banyak bahkan sebelum Pandemi mencapai 5.000 orang.


"Tempatnya di depan Masjid Gunung Bakal ini. Namun kali ini karena masih dalam situasi pandemi maka acara Grebeg Gunungan Lenteng hanya diikuti oleh warga dusun saja," kata Kepala Desa Sumberarum, Muhzen Fanani.


Kegiatan Grebeg Gunung Lenteng tersebut diawali dengan berdoa membaca Al Barjanji di Masjid Gunung Bakal kemudian pembagian ambeng (makanan) dan pembagian Lenteng.


"Lenteng ini sudah turun temurun ada. Terbuat dari ketan dan dijemur hingga kering kemudian digoreng. Biasanya warga dusun pada membuat Lenteng hanya di bulan Maulud atau Rabiul Awal saja," lanjutnya.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin Mujahidin yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan salah satu tugas dari Disdikbud adalah membina dan melestarikan tradisi bernilai edukasi yang sudah ada, salah satunya Grebeg Gunungan Lenteng.


"Edukasi yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah masyarakat selalu bersyukur atas hasil yang didapat. Bukan hanya bersyukur, namun berdoa dan berbagi. Itu nilai edukasinya," kata Aziz.


Aziz menyebutkan Disdikbud memiliki banyak kegiatan masyarakat berupa kegiatan tradisi maupun kesenian yang masuk dalam wilayah pembinaannya. Aziz menyampaikan sudah saatnya semua pihak bangga akan kekayaan tradisi di wilayahnya.


"Anak usia sekolah sangat penting diberikan pengetahuan tentang nilai-nilai karakter kebersamaan, gotong-royong dan masih banyak lagi edukasi yang dapat diambil dari kegiatan ini," lanjutnya.


Kadisdikbud mengharapkan kegiatan tradisi tidak hanya dilestarikan, namun turut juga diajarkan nilai-nilai filosofi hingga generasi mendatang terutama yang masih duduk di bangku sekolah.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar