Teliti Limbah Daun Untuk Bahan Solar Cell, Siswa Asal Magelang Raih Medali Emas ICYS Serbia

Dilihat 310 kali
Muhammad Firman Nurudin, siswa SMA Taruna Nusantara Magelang, peraih medali emas di International Conference of Young Scientists (ICYS) di Belgrade, Serbia 2018

BERITAMAGELANG.ID - Seorang pelajar asal Kabupaten Magelang kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah International Conference of Young Scientists (ICYS) di Belgrade, Serbia, 19-25 April 2018 untuk kategori Environmental Science.

Namanya Muhammad Firman Nurudin, Siswa kelas XII SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang Jawa Tengah. Remaja kelahiran 22 Juli 2001 ini meraih medali emas dari hasil penelitian limbah daun jati dan rambutan menjadi material pendukung teknologi tenaga surya (solar cell).

Dalam ICYS 2018 itu, ia menyisihkan 435 peserta dari 35 negara di dunia. Dibimbing oleh seorang guru dan Kelompok Penelitian Cell Surya LIPI, proses penelitian berlangsung selama satu tahun.

Firman memilih meneliti beberapa jenis daun untuk dijadikan bahan pewarna karena terinspirasi dari banyaknya limbah daun yang tidak termanfaatkan.

"Ketiga daun ini memiliki warna khas dan saya mencoba apakah limbah ini bisa dijadikan pewarnaan tenaga surya generasi ketiga. Ternyata bisa," kata Firman pada BeritaMagelang.id, Kamis(03/05).

Menurut Firman, dari hasil penelitian dalam daun jati, rambutan dan filisum terdapat pigmen yang bisa menggantikan ruthenium yang selama ini dipakai untuk pewarna tenaga surya. Pewarna pada tenaga surya berfungsi untuk menyerap sinar matahari yang kemudian diubah menjadi energi listrik. Di Indonesia, kebanyakan masih memakai tenaga surya generasi ke 1 dan ke 2 dengan sumber monokristalin yang sulit dikembangkan.

"Pigmen alami yang terdapat dalam daun itu adalah antosianin dan karotenoid yang bisa dipakai untuk pewarna tenaga surya, pengganti rutenium. Rutenium adalah senyawa kimia komplek hasil tambang yang tidak ada di Indonesia. Selama ini kita impor dan harganya mahal," jelasnya.

Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Nur Salim (44) dan Nurul Hidayah (43) ini mengaku, awal penelitian daun sebagai sumber energi tenaga surya menemui kendala karena sulit dikembangkan dan belum ada teknologinya. Setelah diajukan ke LIPI dan diterima, grade penelitian diturunkan hanya memanfaatkan pigmen daun saja.

"Akhirnya diturunkan gradenya, menggunakan pigmennya daun saja, tapi malah menang," katanya.

Bercita-cita menjadi ilmuwan di bidang Environmental Science dan Oceanografi, Firman memiliki prestasi akademik sejak Sekolah Dasar dan berlanjut saat ia duduk di bangku SMPN 2 Kota Magelang. Karena kepintarannya, ia masuk ke SMA TN dengan mendapat beasiswa dari BUMN Pelindo dan Ikatan Alumni SMA TN.

Berkat ketekukannya, berbagai prestasi pernah diraih siswa penggemar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ini. Prestasi tersebut antara lain medali perunggu pada Asia Pasific Conference of Young Scientists 2017 di Nepal. Medali emas pada Festival Kewirausahaan 2016 di Bandung, Juara Lomba Penelitian Belia tahun 2017 dan sejumlah prestasi lainnya.

Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan dan Asrama SMA Taruna Nusantara, Kuncoro Puji Raharjo, mengatakan prestasi Firman sangat membanggakan.

"Firman memiliki bakat dan minat yang sangat tinggi dalam bidang penelitian. Ia lebih banyak beraktivitas di laboratorium atau bengkel kerja SMA Taruna Nusantara," jelas Kuncoro.

Sementara itu, Kepala SMA Taruna Nusantara, Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Soebagio, mengaku bangga atas kemenangan siswa Firman. Soebagio mengaku selalu percaya tidak ada paradoks antara disiplin dan kreativitas.

"SMA Taruna Nusantara sudah 28 tahun membuktikannya dengan menghasilkan banyak siswa dan alumni yang berprestasi meskipun disiplin dan aturan-aturan yang ada sangat ketat," tutur Soebagio.

Soebagio mengungkapkan, dengan latar belakang dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan dan sang ibu sebagai TKW di Singapura, prestasi yang ditorehkan Firman merupakan dari bagian kerja keras dan tanggung jawab.

"Kreativitas akan bisa berkembang dengan baik jika siswa memiliki disiplin dan tanggungjawab yang tinggi terhadap orang tua dan almamaternya," pungkas Soebagio.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar