Tanpa Sekolah Musik, Marshandi Piawai Membuat Biola

Dilihat 961 kali
Yohanes Marshandi dan biola-biola hasil karyanya

Belajar dari alam, Yohanes Marshandi (75 th) warga Dusun Candi Desa Sumber Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Jawa Tengah, mahir membuat biola kayu berkualitas yang laris di pasaran.

Rumah sederhana Marshandi jauh dari kota, berada sekitar 9 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Namun, siapa sangka dari tangan kakek empat cucu itu biola-biola indah berkualitas dihasilkan.

Suami dari Ruminah (62 th) tersebut belajar membuat biola secara otodidak. Profesi langka ini bermula pada 1998, saat ekonomi keluarganya terpuruk setelah ia terkena pemutusan hubungan kerja dari pabrik kertas Blabak Kabupaten Magelang. Saat kondisi ekonomi rumah tangganya tak menentu, tanpa sengaja Marshandi menemukan biola usang di rumah kakaknya. Dari biola yang nyaris dibuang itu Marshandi belajar, mengamati bentuk bagian detail biola, ketebalan hingga jenis kayu yang digunakan.

"Saya kemudian belajar kepada tukang kayu di sekitar rumah. Alat yang digunakan juga sederhana saja seperti gergaji, tatah, palu, dan pasha," ujarnya tersenyum.

Biola pertama hasil buatannya laku dibeli tetangganya seharga Rp. 500.000. Dari situlah Marshandi bertekad untuk mulai belajar musik dan cara membuat biola kepada orang-orang di sekitarnya.

Dalam membuat biola, kakek yang mengaku tak pernah bersekolah musik itu mengandalkan naluri sesuai pesanan standar biola. Bahan yang digunakan untuk membuat biola adalah kayu mahoni karena memiliki tekstur lunak, mudah dibentuk, ringan dan harganya murah.

"Satu biola biasanya butuh waktu dua hingga tiga minggu atau lebih cepat tergantung pemesan," jelasnya.

Marshandi mengaku hanya membuat biola berdasarkan pesanan saja, karena tidak memiliki modal untuk membuat stok biola.

Untuk satu buah biola hasil kreasi Marshandi dijual mulai harga Rp. 850.000 hingga 1 juta rupiah per buahnya. Marshandi berharap bisa mengembangkan usaha rumah biolanya dengan bahan kayu lain yang memilliki motif menarik dan tentunya ada bantuan modal lunak dari berbagai pihak. 


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar