Pria Ini Alih Profesi Dari Tukang Kayu Jadi Perajin Gitar Listrik

Dilihat 414 kali
Produksi gitar listrik handmade Silvester Heru Surendro, untuk penuhi permintaan gitar listrik harga terjangkau.

BERITAMAGELANG.ID - Berawal dari berjualan alat musik ditambah dengan kemampuan bertukang kayu, Silvester Heru Surendro memberanikan diri menggeluti dunia produksi gitar listrik.


Heru mulai memproduksi gitar listrik sendiri sejak 2015, berbekal kemampuan mengolah kayu yang diperoleh dari ayahnya yang berprofesi sebagai tukang kayu. Ditambah pengetahuan dari internet dan youtube, Heru memilih fokus kepada alat musik gitar listrik untuk dibentuk dan diproduksi.


Menurutnya, membuat satu unit gitar listrik lebih mudah dibandingkan gitar akustik.


"Saya juga pernah belajar di daerah Solo untuk melihat proses produksi gitar," ucap Heru.


Adapun kendala dalam proses produksi gitar listrik, Heru kesulitan mendapatkan kayu Mapel, yang merupakan bahan ideal gitar listrik. Untuk itu Heru menggantinya dengan kayu lokal yang mempunyai ketahanan yang mendekati kayu Mapel.


"Sementara ini memakai bahan dari kayu Mahoni, kayu Suren, kayu Mindi dan kayu keras lainnya. Yang terpenting adalah kayu tersebut benar-benar kering, agar tidak berubah saat sudah menjadi produk gitar listrik," ungkap Heru.


Dikarenakan proses produksi bersifat handmade atau menggunakan tangan maka untuk satu unit gitar utuh dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan. Selain itu dirinya juga menerima servis gitar listrik, mengganti aksesoris dan lain-lain.


"Yang saya produksi hanya body gitar dan neck (stang) gitar, dimana untuk Spul gitar, potensio, tunner, knop beli di luar, karena merupakan buatan pabrik," katanya.


Satu gitar listrik buatannya paling mahal dijual Rp 1.200.000, dengan model sesuai permintaan konsumen.


Menurut Heru, permintaan bentuk gitar khusus di Magelang cenderung sepi, dikarenakan penghobi dan pelaku musik di Magelang terbatas. Di samping itu Magelang bukan daerah pusat produksi gitar seperti di Solo.


"Ada beberapa tukang gitar khusus di Magelang, tapi permintaan sepi. Saya pernah dapat konsumen dari Banyuwangi Jatim dan Gunung Kidul Yogyakarta.


Untuk di Magelang konsumen dan pembeli karya saya rata-rata pelajar yang ingin punya gitar listrik harga terjangkau," papar Heru, yang membuka bengkel gitar di Jl Soekarno Hatta Sawitan No 70, Kota Mungkid.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar