Tinjau Longsor, Anggota DPR RI Desak Koordinasi Lintas Sektor

Dilihat 739 kali
Anggota DPR RI Komisi VIII Khoirul Muna (Gus Muna) meninjau jalur Magelang Purworejo di Dusun Gesing Desa Krasak, Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang tertimbun tanah longsor, Jumat (18/01)

BERITAMAGELANG.ID - Anggota DPR RI Komisi VIII Khoirul Muna (Gus Muna) meninjau langsung bencana tanah longsor di Dusun Gesing Desa Krasak, Kecamatan Salaman yang membuat jalur antar Kabupaten Magelang dan Purworejo, Jawa Tengah, lumpuh total. 


Kedatangan Politikus dari Partai Nasdem ini untuk melihat langsung proses evakuasi material longsor  yang menutup akses jalur utama Kabupaten Magelang-Purworejo. 


Gus Muna juga menginstruksikan kepada semua jajaran mempercepat proses evakuasi. Mengingat titik longsor merupakan akses utama kedua Kabupaten.


"Kita mengharapkan koordinasi bersama antara BPBD, BNPB dan Komisi VIII dalam menangani bencana ini secepatanya," kata Gus Muna kepada Berita Magelang.id, Jumat (18/01).


Melihat potensi longsor di jalur utama lintas kabupaten ini, Gus Muna akan melakukan koordinasi lanjutan dengan sejumlah instansi dalam upaya-upaya antisipasi agar tidak terjadi bencana tanah longsor susulan.


"Kita akan melihat tingkat kerawanan yang ada di daerah di lereng-lereng semacam ini. Makanya harus ada koneksi antar kepala pelaksana kebencanaan yang ada di daerah untuk mitigasi. Itu penting sekali diadakan agar tidak terjadi longsor-longsor semacam ini," jelasnya. 


Sementara di sekitar lokasi longsor tidak tersedia akses terdekat atau jalur alternatif yang bisa dilalui warga maupun kendaraan. Guna beraktivitas, warga setempat terpaksa menyeberangi material longsoran dengan berjalan kaki.


Ditemui terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Supranowo memperkirakan proses penanganan akan memakan waktu lebih dari 12 jam. 


"Dilihat dari kejadian, kemungkinan secepat cepatnya ya sore atau malam jalan baru bisa mulai dilalui kendaraan," ungkap Pranowo.


Supranowo mengatakan saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menambah alat berat. 


"Kita baru mengerahkan dua alat berat untuk melakukan proses pembersihan material longsor dan saat ini masih menunggu bantuan peralatan lain dari dinas terkait yakni Bina Marga propinsi dan DPU Kabupaten Magelang," katanya. 


Seperti diberitakan sebelumnya, bencana tanah longsor di jalur utama Kabupaten Magelang-Purworejo terjadi pada Jumat (18/01) pukul 02.30 WIB setelah hujan mengguyur sejak Kamis (17/01) siang hingga malam.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar