Tiba Di Pengungsian, Warga Lereng Merapi Diuji Rapid Test

Dilihat 72 kali
Pengungsi dari Dusun Babadan 2 Desa Paten Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang menjalani uji rapid test setiba di pengungsian, Kamis (7/1/2021)

BERITAMAGELANG.ID - Para pengungsi dari Dusun Babadan 2 Desa Paten Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, langsung diuji rapid test begitu tiba di TEA Balai Desa Mertoyudan. Uji rapid test dilakukan secara bergantian agar tidak terjadi kerumunan.


"Para pengungsi langsung di rapid test setiba di TEA," demikian disampaikan Gunawan, Kabid Pencegahan Dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Magelang, di sela- sela pelaksanaan rapid test, Kamis (7/1/2021).


Dia mengatakan, ada lima petugas dari Puskesmas Mertoyudan yang melaksanakan rapid test. Mereka sudah siap sejak para warga belum tiba di tempat evakuasi akhir.


Gunawan menyampaikan, rapid test dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus Corona. Sebab warga sudah sempat pulang ke rumahnya masing-masing.


Belum ada hasil dari rapid test, karena masih berlangsung. Jumlah warga yang diuji rapid mencapai 200 orang. 


Apabila diketahui ada yang reaktif dan memerlukan perawatan, maka akan dirujuk di RS Merah Putih. Sedangkan yang reaktif namun OTG disediakan ruang isolasi mandiri.


Sejauh ini, para pengungsi yang menghuni TEA Balai Desa Mertoyudan, tidak ada yang positif covid-19.


Sementara itu, di hari yang sama, rapid test juga dilaksanakan di TEA Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan.


Koordinator TEA Desa Banyorojo, Agus Firmansah mengungkapkan, rapid test tersebut untuk meminimalisir penularan virus corona di tempat pengungsian.


Menurut Agus, rapid test ini merupakan permohonan pihaknya sejak kemarin. Namun karena perlengkapan untuk rapid test belum tersedia, saat para pengungsi datang ke TEA, sehingga baru bisa dilakukan pada hari ketiga di pengungsian.


Hari ini, sasaran rapid test untuk 100 jiwa dari 264 pengungsi yang ada. Sisanya akan dilakukan secara bertahap.


Agus memaparkan teknis pelaksanaan rapid test kali ini dilakukan sesuai nomor urut bilik. Awalnya akan dilakukan untuk yang rentan dahulu. Namun untuk memudahkan pendataan maka sesuaikan nomor urut bilik.


Dia pun menegaskan, semua pengungsi akan diuji rapid test termasuk anak-anak. Namun tetap sesuai dengan standar.


Agus juga menyampaikan, selama pengungsi datang pada Selasa (5/1/2021) lalu, belum ada laporan terkait warga yang terindikasi terpapar Covid-19 maupun warga yang bergejala.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar