Temu Nasional Petani Multikultur Nasional Fokus Tingkatkan Kesejahteraan

Dilihat 169 kali
Temu Nasional Petani Multikultur di Kabupaten Magelang Senin-Selasa (18-19/11/2019)

BERITAMAGELANG.ID - Petani Multi Kultur Indonesia (FPMI) berharap pemerintah membuat kebijakan tentang diversifikasi komoditas pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani menuju tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). 


"Diversifikasi harus diikuti program menyeluruh meliputi pelatihan pertanian, kesiapan pasar, penyediaan kredit dan asuransi, serta informasi kondisi iklim dan tanah untuk tanaman alternatif," kata Ketua FPMI Istanto usai acara Temu Tani Nasional pertama di Hotel Safira Kabupaten Magelang, Selasa (19/11/2019).


Dalam pertemuan selama dua hari Senin-Selasa (18-19/11/2019) itu membahas berbagai permasalahan terkini terkait pertanian tembakau maupun pertanian alternatif. 


Selain itu para petani yang berasal dari berbagai provinsi diantaranya Jawa Tengah, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat itu juga berbagi cerita kesuksesan dan kendala yang dihadapi, seperti rendahnya kesejahteraan petani tembakau akibat rendahnya harga beli dari pabrikan.


Sehingga dalam penguatan ekonomi itu diperlukan terobosan melalui alternatif tanaman lain yang bisa dikembangkan atau dibudidayakan seperti ubi jalar, maupun kopi. Kedua tanaman itu relatif lebih murah biaya perawatannya, dan harga jual yang juga relatif stabil. Selain itu dengan beralih dari tembakau ke bertanam lain, petani bisa lebih berdaya menentukan nasibnya sebagai market driver.


Sementara terkait kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen di tahun 2020 oleh Presiden Joko Widodo, FPMI mendesak agar pemerintah dalam menaikkan harus diikuti kebijakan membantu petani melakukan diversifikasi komoditas pertanian.


"Kebijakan diversifikasi komoditas pertanian dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani menuju tujuan pembangunan berkelanjutan," terang Istanto.


Ketua Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM) Retno Rusdjijati mengatakan pertemuan yang difasilitasi MTCC UMM, LP3M UMM, dan The Union itu juga menghadirkan sejumlah pembicara dari akademisi, Pemerintah Kabupaten Magelang dan petani sukses. 


Fokus diskusi adalah berbagai agenda mendesak terkait perkembangan kondisi terkini terkait pertanian baik tembakau maupun tanaman alternatif lain. 


"Petani juga berbagi cerita tentang kesuksesan usaha yang dilakukan di daerah masing-masing dan permasalahan serta kendala yang dihadapi," ujarnya.


Ia berharap pada pertemuan ke depan bisa lebih banyak lagi petani yang terlibat dari berbagai daerah di Indonesia sehingga jaringan lebih kuat dan terus berkembang. 

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar