Sinergi, Kementerian Sosial dan Pemkab Magelang Beri Bantuan dan Pelatihan Penyandang Disabilitas

Dilihat 159 kali
Kepala BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Heri Krisritanto bersama Kepala Dinsos PPKB PPPA Retno Indriastuti dalam Sosialisasi Program Rehabilitasi Sosial Berbasis Keluarga di Borobudur, Jumat (2/8)

BERITAMAGELANG.ID - Sejumlah penyandang disabilitas di wilayah Kabupaten Magelang akan mengikuti pelatihan keterampilan di Borobudur. Sebanyak 48 penyandang disabilitas akan mengikuti pelatihan yang terselenggara atas bantuan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Dr. Soeharso Surakarta di bawah naungan Kementerian Sosial, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Magelang.


"Kegiatan ini adalah program rutin yang kami laksanakan, disebut Program Rehabilitasi Sosial Berbasis Keluarga. Jadi sekarang paradigma yang baru itu kita lebih (memberi bentuan) kepada community base ya, tidak lagi kepada institusional, jadi kita pertama (sasaran) kepada keluarga, kedua masyarakat, kalau tidak, maka (baru) kembali ke institusi," kata Kepala BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Heri Krisritanto saat sosialisasi program tersebut di Rumah Ketela Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (2/8).


Para penyandang disabilitas akan mengikuti pelatihan selama tiga hari. Jenis pelatihan ditentukan berdasarkan pemetaan, kemudian dilakukan identifikasi, assessment yang diinginkan penyandang disabilitas sesuai dengan potensi. Meski sangat sangat singkat, Heri berharap pelatihan ini bisa menjadi stimulan dan ditindaklanjuti Pemda setempat.


"Pelatihannya untuk saat ini sementara ditetapkan keinginan mereka adalah tata boga dan elektronik. Elektronik itu untuk servis hp, ini kan sesuai keinginan dan aspirasi mereka (disabilitas) sendiri," ungkapnya.


Menurut Heri, pelatihan tersebut akan dilaksanakan paling lambat satu bulan sejak sosialisasi hari ini. 


"Hari ini pemberian bantuan langsung, satu orang dapat dua juta rupiah, dan nanti penggunaannya itu tadi harus sesuai dengan kebutuhan, tidak boleh digunakan yang lain. Jadi untuk modal per orang. Semua cash transfer melalui bank, tidak kepada perorangan, hari ini pembukaan rekening oleh bank BRI. Juga sosialisasi, uangnya tidak boleh untuk beli pulsa, sehingga untuk kebutuhan mereka jadi itu dipantau terus oleh pihak kami," tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB PPPA) Kabupaten Magelang Retno Indriastuti mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso Surakarta.


"Kita memang sedang berupaya bagaimana memberdayakan saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus seperti ini. Mudah-mudahan apa yang mereka latih selama nanti beberapa hari itu bisa mengangkat kemampuan juga mudah-mudahan bisa mengangkat kesejahteraan dari para saudara-saudara kita itu," ujar Retno.


Ia berharap, para penerima manfaat tersebut bisa lebih meningkatkan kemampuannya, mandiri, dan bisa mengembangkan hasil latihannya. Retno menambahkan, Pemda  Kabupaten Magelang sendiri juga memiliki kegiatan rutin untuk memberdayakan disabilitas di wilayahnya.


"Kita memang berusaha setiap tahun itu meningkatkan pemberdayaan disabilitas, termasuk pembinaan, langsung kepada mereka, di masyarakat, di kelompok maupun juga pelatihan," ungkapnya. 


Pelatihan yang pernah dilakukan untuk para disabilitas itu antara lain pelatihan jahit, pelatihan boga dan pelatihan untuk perbengkelan, kerja sama dengan OHANA, organisasi tingkat nasional yang bergerak di bidang perbaikan kursi roda, alat bantu fisik. 


"Harapannya dengan dilatih seperti itu, mereka yang menggunakan kursi roda kalau ada kesulitan tidak usah terlalu jauh (memperbaikinya), jadi bisa cepet diatasi dan normal kembali digunakan," tandasnya. 


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar