Senam Masal Promosikan Desa Minawisata

Dilihat 1003 kali
SENAM. Aero Dance Party senam masal di Kampung Ulam Desa Menayu Muntilan, dalam upaya mempromosikan Minawisata di Desa Menayu.

BERITAMAGELANG.ID - Promosikan Minawisata, kegiatan senam masal Aero Dance Party digelar dan diikuti sedikitnya 600 orang di Kampung Ulam Desa Menayu Muntilan, Kabupaten Magelang Jawa Tengah, Minggu (03/02). 


Peserta senam yang semuanya adalah kaum perempuan, sangat antusias mengikuti gerakan yang dipandu oleh instruktur di atas panggung. Senam tersebut diiringi musik dangdut sehingga menambah semangat peserta menggerakkan badan secara energik.


Kegiatan yang digelar sebagai puncak perayaan Hari Ulang Tahun K-Moms Squad, yaitu kelompok senam Dusun Kepanjen Menayu itu juga sekaligus menjadi upaya promosi Minawisata Desa Menayu.


Ketua Panitia kegiatan, Zulianingsih mengungkapkan para peserta merupakan komunitas senam di sejumlah desa sekitar. Mereka datang rombongan sebagai bentuk solidaritas mendukung kegiatan senam di kalangan perempuan yang mayoritas adalah ibu-ibu rumah tangga.


"Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan olahraga," ucap Zulianingsih, saat memberi sambutan acara.


Kepala Desa Menayu, Sugiarto menyambut baik diselenggarakannya senam massal. Dimana di lokasi tersebut ke depannya dirintis menjadi sentra Minawisata Desa Menayu.

Hal ini diharapkan semakin mendorong semangat warga untuk mewujudkan Desa Menayu menjadi Desa Minawisata. Dimana Desa Menayu sedang merintis Minawisata Desa, yakni pendekatan pengelolaan terpadu yang berbasis konservasi dengan menitikberatkan pada pengembangan perikanan dan pariwisata bahari.


"Sekarang, kami sudah punya potensi mina, di kawasan sekitar ini terdapat kolam ikan Arwana. Semoga ke depan akan bisa membawa Desa Menayu menjadi lebih baik," harap Sugiarto. 


Perintis Minawisata Desa Menayu, Sultoni menambahkan, perikanan telah menjadi mata pencaharian warga setempat secara turun temurun dengan memanfaatkan potensi alam yang ada. Dengan sumber air dari Gunung Merapi melalui Sungai Pabelan dan Sungai Bengkong yang terus mengalir melimpah sepanjang tahun.


"Ratusan hektare persawahan kami mendapatkan irigasi yang melimpah. Sawah bisa menjadi kolam air untuk memelihara ikan. Budidaya ikan yang dilakukan warga adalah pembibitan dan pembesaran," jelas Sultoni. 


Namun, saat terjadi bencana erupsi Merapi tahun 2010, kegiatan ekonomi sempat terhenti. Bukan hanya kegiatan budidaya, namun sirkulasi penjualan ikan ke luar daerah juga terhenti. Karenanya, muncul ide untuk mengembangkan kegiatan ekonomi perikanan di luar budidaya dan jual beli ikan.


Upaya yang sudah dirintis adalah pengolahan ikan menjadi berbagai produk seperti kerupuk ikan dan masakan ikan. Kegiatan pengolahan dilakukan melibatkan warga setempat. Hasil olahan kemudian dipasarkan di sentra Kampung Ulam. 


"Upaya terpadu untuk pengembangan perikanan ini menjadi rintisan kami untuk mewujudkan Minawisata di Desa Menayu," pungkasnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar