Seluruh Jalur Pendakian Sumbing Ditutup Selama Pandemi Covid-19

Dilihat 413 kali
Lilik Setyawan, Kepala Dusun Butuh Kaliangkrik Kabupaten Magelang
BERITAMAGELANG.ID - Seluruh jalur pendakian gunung Sumbing di Kabupaten Magelang ditutup hingga pandemi Covid-19 berakhir. Penutupan itu didasarkan pada edaran Gubernur Jateng No 440/0005942 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) di Jateng. 

"Maka semua jalur pendakian gunung Sumbing ditutup untuk sementara," kata Koordinator Forum Pengelola Gunung Sumbing (FPGS), Lilik Setyawan, Kamis (30/4).

Lilik menyampaikan penutupan jalur pendakian dimulai sejak Rabu (18/4/2020) lalu, sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan, menunggu adanya instruksi atau evaluasi bersama semua pihak dan perkembangan situasi.

Dikatakannya, jalur pendakian menuju gunung Sumbing ada 9 titik, yang berada di wilayah Kabupaten Magelang, Wonosobo dan Temanggung. Untuk wilayah Magelang ada 3 titik atau basecamp, antara lain Butuh, Mangli dan Adipuro Kaliangkrik. Sedangkan di Temanggung ada 4 basecamp masing-masing Batursari, Jambu, Banaran dan Cepit. Untuk wilayah Wonosobo ada 2 yakni dari basecamp Garung dan Bowongso.

Menurut Lilik yang juga Kadus Butuh Kaliangkrik, Gunung Sumbing menjadi salah satu favorit para pendaki. Gunung yang memiliki ketinggian 3.371 Mdpl ini memiliki keindahan alam yang tiada duanya, dengan trek pendakian yang cukup menantang. Itu sebabnya banyak pendaki yang suka mendaki gunung tertinggi kedua di Jawa tengah ini. Gunung ini berhadapan langsung dengan gunung Sindoro, sehingga banyak yang menyebut Susi atau Sumbing Sindoro.

Disebutkan, dalam satu minggu di hari normal pendaki bisa mencapai 150-250 an. Mereka datang dari berbagai kota, seperti Yogyakarta, Solo, Semarang dan Magelang. Sedangkan untuk Long Weekend atau liburan, banyak pendaki dari luar Jawa Tengah seperti dari Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar