Gapura Cinta Negeri Dari Lereng Merbabu Masuk 10 Besar Festival

Dilihat 3035 kali
Gapura Cinta Negri Gejayan Banyusidi Pakis lereng Merbabu berhasil masuk dalam 10 daftar pemenang

BERITAMAGELANG.ID - Luar biasa, hasil karya warga Gejayan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, masuk 10 besar dalam Festival Gapura Cinta Negeri. Festival ini diadakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Dalam Negeri, untuk memperingati HUT ke 74 Proklamasi.


"Namun kami belum mengetahui mendapat juara berapa, karena pengumuman pemenang baru dilaksanakan tanggal 30 Agustus mendatang di Jakarta," tutur salah satu tokoh masyarakat setempat, Riyadi, saat dihubungi Jumat (23/8) malam.


Ia mengatakan, pengumuman pemenang Festival Gapura Cinta Negeri ia lihat dalam akun instagram Festivalgapura pada Jumat (23/8) sore.


"Alhamdullilah, Gapura di Gejayan lereng Gunung Merbabu masuk dalam daftar 10 pemenang untuk katagori umum," ujarnya.


Dalam IG Fesivalgapura terdapat 10 daftar pemenang katagori umum, masing-masing Sriyanta (Boyolali), Eko Siswanto (Kabupaten Semarang), Moh Nurrohman (Rembang), Roni Sintiu (Kota Batu),  Otniel Kayani (Kepulauan Yapen), Dede Rahmat  (Kab Bandung Barat), Arief Rahman (Banjarmasin), Ramsyah (Kutai Kertanegara), Mahgodie Idris (Palembang) dan Riyadi (Kabupaten Magelang).


Menurut informasi yang ia terima, imbuh mantan Kades Banyusidi ini, pengumuman juara akan dilaksanakan di Jakarta dan bertemu langsung dengan Presiden Jokowi. 


Peserta festival gapura ini mencapai ribuan yang berasal dari seluruh pelosok tanah air.


Riyadi sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dan ikut mendukung Gapura Cinta Negeri dari dusun Gejayan desa Banyusidi Kecamatan Pakis.


Ia berharap program Gapura Cinta Negeri bisa dilanjutkan karena banyak nilai positifnya. Sebab dengan program ini, mampu menumbuhkan nilai-nilai gotong royong, kerukunan, kebersamaan yang semakin hilang.


"Sebab saat gapura ini dibuat, tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan dikerjakan secara gotong royong, berkumpul bersama sehingga ada ruang komunikasi yang bisa berfungsi sebagai kontrol sosial," jelasnya.


Gapura Cinta Negeri yang diikutsertakan ini, terbuat dari bahan-bahan limbah yang berasal dari desa setempat. Berbentuk lambang negara Indonesia Burung Garuda, dengan lebar 5 meter dan tinggi 7 meter.

Gapura ini juga dibuat untuk mengampanyekan cinta lingkungan dan memaksimalkan potensi yang ada di sekitar, tanpa ketergantungan bahan dari luar wilayah. Ada daun nangka, daun benda/bendo (Artocarpus elasticus), jerami, gedebong atau pelepah pisang, sabut kelapa, ijuk dan cemara. Warga mencari limbah ini di hutan, kebun maupun sawah.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar