Selama Pembalajaran Daring, Sekolah Wajib Memberikan Bantuan Kuota Internet Gratis Kepada Guru dan Siswa

Dilihat 372 kali
DANA BOS. Bantuan pulsa kuota internet untuk belajar daring, dialokasikan dari Dana BOS.

BERITAMAGELANG.ID - Bantuan pulsa kuota internet gratis kepada guru dan siswa, guna mendukung pembelajaran dalam jaringan (daring) pada masa pandemi Covid-19 ini, semua sekolah wajib melaksanakan kebijakan tersebut, dengan anggaran diambilkan dari Dana BOS.


Hal tersebut berdasarkan Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020 pasal 9A dana BOS bisa digunakan untuk pembelian pulsa, paket data dan/atau layanan pendidikan berbayar bagi pendidik dan/atau peserta didik dalam rangka pelaksanaan pembelajaran dari rumah.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Aziz Amin, menyebutkan, dalam hal tersebut, pulsa diambilkan dari dana BOS, Jumlahnya tergantung situasi dan kemampuan sekolah, rata-rata perbulan Rp 25.000.


Semua sekolah sudah menganggarkan untuk memfasilitasi pembelajaran daring atau belajar dari rumah dengan memberikan bantuan pulsa. Namun saat ini masih terdapat sekolah yang belum memberikan bantuan pulsa tersebut.


"Karena BOS tahap tiga belum cair, jadi ada sekolah yang masih ada saldo dari tahap dua dan ada juga yang sudah menipis. Nanti kalau sudah cair tahap tiga mungkin baru bisa memberikan pulsa atau bisa berlaku surut atau mengganti bulan Juli-Agustus," terang Aziz, Rabu (26/8/2020).


Sementara, untuk sekolah yang berada di bawah Kementerian Agama Kabupaten Magelang, melalui Kasi Penmad, Heidi Riyanto, mengatakan, kebijakannya diserahkan kepada masing-masing Kepala Madrasah.


"Bantuan pulsa diberikan melalui dana bos, teknisnya kita serahkan kepada Kepala Madrasah masing-masing besarannya dalam batas kewajaran, untuk dana bos tahap 1 sudah cair, tahap kedua insyaallah cair minggu ke tiga bulan September," ungkap Heidi, Rabu (26/8/2020).


Adapun pencairan dana BOS dilakukan dua tahap, tahap pertama di bulan Maret, tahap kedua maksimal minggu ke tiga bulan September.


"Harapannya seperti itu, akan tetapi terkadang terkendala jumlah perolehan dana bos yang sedikit, sehingga ada beberapa yang proses kegiatan belajar mengajarnya pakai metode homevisit," ungkap Heidi.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar