Sektor Pertanian Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia

Dilihat 161 kali
Anggota DPR RI Vita Ervina saat membuka bimtek "Potensi Pengembangan Komoditas Peternakan" di Hotel Atria Magelang, Senin (25/10)
BERITAMAGELANG.ID - Sektor pertanian merupakan kekuatan ekonomi Indonesia saat ini khususnya di masa pandemi Covid-19. Biro Pusat Statistik melaporkan sektor pertanian tumbuh positif 12,93% di triwulan II tahun 2021 dan berkontribusi 14, 27% pada PDB Nasional. Kondisi ini meningkat pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan sektor pertanian menjadi soko guru perekonomian nasional.

Hal itu disampaikan Kepala Balai Besar Veteriner Wates, Hendra Wibawa, dalam bimbingan teknis "Potensi Pengembangan Komoditas Peternakan di Magelang' yang berlangsung di Hotel Atria, Senin (25/10). Kegiatan yang diikuti kelompok peternak di Kabupaten Magelang ini, diinisiasi anggota Komisi IV DPR RI, Vita Ervina.

Hendra menambahkan, sub sektor peternakan adalah bagian penting dari sektor pertanian, yang memegang peran dalam menopang ketahanan pangan nasional khususnya sumber protein hewani yang dibutuhkan masyarakat Indonesia.

Namun, beberapa masalah masih dijumpai, salah satunya adalah masih adanya peternakan-peternakan di Indonesia yang dikelola secara tradisional, turun menurun, atau bersifat sampingan sehingga produktivitas, manfaat, dan keuntungan yang dihasilkan tidak optimal.

Pengelolaan yang masih bersifat tradisional ini juga berakibat pada kurangnya pemanfaatan sumber daya manusia, sehingga kontribusi pada sektor lapangan pekerjaan masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan sebuah solusi untuk mengubah paradigma dan sistem budi daya tradisional dengan pendekatan pengelolaan peternakan berbasis agribisnis. Sehingga produktivitas meningkat dan terjamin, baik dari segi kuantitas, kualitas, dan kesinambungan produk hasil peternakan yang bisa dimanfaatkan secara maksimal. Baik benefit dan profitnya untuk kesejahteraan peternak, pemenuhan kebutuhan konsumsi hewani, maupun mendukung komoditi ekspor sektor pertanian.

Menyikapi masih banyaknya peternak yang mengelola secara tradisional, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, Joni Indarto mengatakan, pihaknya terus melakukan sosisalisasi kepada peternak di Kabupaten Magelang, agar mereka mampu mengelola peternakan mereka menjadi hal yang menguntungkan.

"Ada satu kelompok peternak di Kabupaten Magelang yang sudah mampu mengelola. Kelompok ini tidak hanya menjual sapinya saja, namun juga memanfaatkan pupuk untuk dijual. Itu bisa jadi penghasilan kelompok itu. Kemudian limbahnya digunakan untuk energi gas. Harapannya ada integrasi berkaitan dengan peternak di Kabupaten Magelang," ujarnya.

Anggota Komisi IV DPR RI, Vita Ervina menambahkan, kegiatan bimtek ini, menjadi salah satu strategi program aksi dukungan pemerintah bersama Komisi IV kepada masyarakat di sektor pertanian.

"Membangun Indonesia tangguh melalui pembangunan pertanian khususnya melalui komoditas peternakan," ujarnya.

Pemerintah terus menerus memberi dukungan program bantuan yang langsung menyentuh dan berpihak kepada peternak, mulai dari sisi hulu, pendampingan budi daya ternak, seperti penyediaan bibit ternak berkualitas, pelatihan usaha peternakan, pengendalian penyakit ternak sampai perumusan kebijakan di sektor hilirnya. Semua program ini diberikan sebagai modal awal dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan di Indonesia.

Menurut Vita, Magelang memiliki potensi cukup besar dalam pengembangan usaha peternakan. Faktor pendukung merupakan tolok ukur yang utama, seperti ketersediaan pakan, khususnya pada ternak sapi dan kambing.

"Kabupaten Magelang merupakan salah satu penghasil pangan di Jateng khususnya untuk peternakan," pungkasnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar