BERITAMAGELANG.ID - Sejumlah objek wisata yang berada di wilayah Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) ditutup sementara, usai meningkatnya status Merapi dari level Waspada menjadi Siaga. Dua objek wisata berada di wilayah Kabupaten Magelang, yaitu Jurang Jero dan pendakian Gunung Merapi.
Kasi Pengelolaan Taman Nasional (KSPTN) Wilayah I TNGM, Wiryawan yang dihubungi Minggu (8/11/2020) membenarkan, dua objek wisata di wilayah Kabupaten Magelang, ditutup sementara.
Penutupan itu merujuk rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) tentang peningkatan status aktivitas gunung Merapi dari level Waspada ke Siaga. Juga hasil koordinasi lintas sektor di Kabupaten Magelang, Sleman, Boyolali dan Klaten.
âAtas dasar itu, seluruh objek wisata alam dalam kawasan TNGM ditutup sampai batas waktu yang akan ditentukan setelah ada peninjauan kembali perubahan status Merapi," terangnya.
Adapun objek wisata alam dalam kawasan TNGM, antara lain Jurang Jero Srumbung Kabupaten Magelang, Tlogo Muncar dan Tlogo Nirmolo Kalaiurang Pakem Kabupaten Sleman, Plunyon dan Kalikuning Cangkringan Sleman, Deles Indah Kemalang Klaten, Jalur pendakian Selo Boyolali dan jalur pendakian melalui Klaten.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso juga mengimbau agar daya tarik wisata yang berada di daerah Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi, ditutup sementara.
Iwan mengaku sedang mengidentifikasi DTW yang masuk wilayah KRB III.
âNamun yang jelas, dua objek wisata yang harus ditutup mulai Senin (9/11/2020) adalah Ketep Pass dan air terjun Kedung Kayang yang sama-sama berada di Kecamatan Sawangan,â ungkapnya.
Surono, pengelola Kedung Kayang membenarkan, pihak Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, sudah mengirim surat imbauan penutupan. Pihaknya mengaku akan mengikuti anjuran dari pemerintah, demi keselamatan bersama.
@kominfomagelang 📊 Data akurat, pembangunan makin tepat sasaran. Pemerintah Kabupaten Magelang menggelar Bimtek Pelatihan Operator Data Desa Tahun 2026 untuk memperkuat kapasitas operator desa dalam menghasilkan data yang berkualitas, faktual, dan terintegrasi. Melalui pelatihan ini, para operator desa dibekali pemahaman dan keterampilan teknis sebagai bekal mendukung pendataan yang menjadi dasar penyusunan kebijakan, pembangunan, pelayanan publik, hingga penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran. Karena pembangunan yang baik selalu berawal dari data yang baik. 💪📈 #Magelang #Desa #Data #PelayananPublik ♬ original sound - kominfomagelang
0 Komentar