Sejumlah Dusun dan Desa Mengkarantina Wilayah Mandiri

Dilihat 431 kali
Warga Dusun Glagah Desa Banjarnegoro Mertoyudan berlakukan sistem satu pintu, guna pantau akses keluar masuk dusun

BERITAMAGELANG.ID - Sejumlah dusun dan desa di Kabupaten Magelang melakukan aksi karantina wilayah secara mandiri. Yaitu mengkarantina kawasannya secara mandiri untuk melindungi diri dari penyebaran Covid-19, khususnya potensi penularan dari warga luar wilayah.


Salah satunya adalah Dusun Glagah Desa Banjarnegoro Kecamatan Mertoyudan, yang mulai mengkarantina serta memberlakukan satu pintu sebagai akses keluar masuk Dusun Glagah pada Minggu (29/3).


Ketua Relawan Glagah Bergerak, Ari Setiawan, mengatakan, kebijakan tersebut diambil untuk mendukung pemerintah membatasi ruang gerak warga dari luar desa.


"Sebenarnya bukan Lockdown, tapi hanya membuka satu pintu akses masuk ke dusun. Agar lebih terpantau siapa saja yang datang ke dusun kami," ungkap Ari.


Selain itu, warga juga membentuk Relawan Glagah Bergerak, yang bertujuan untuk melakukan pencegahan penyebaran virus Corona di lingkungan Dusun Glagah.


"Relawan ini juga melakukan penyemprotan sterilisasi lingkungan termasuk memantau tamu yang masuk ke dusun, agar diseterilkan dahulu," papar Ari.


Hal senada juga dilakukan oleh warga Perumahan Arga Jaya Desa Kalinegoro Kecamatan Mertoyudan, yang memberlakukan sistem satu pintu masuk ke perumahan tersebut.


Ketua RT 02 Perumahan Arga Jaya, Deni Ari, Senin (30/3) mengatakan, hal itu memudahkan mengontrol pergerakan warga. Dan mengantisipasi para pemudik.


Pihak Deni juga selalu koordinasi dengan warga, dan mereka juga sadar, kalau seandainya ada anggota kelurganya yang akan datang, mereka sudah melaporkan ke RT/RW.


"Kita menutup untuk dijadikan menjadi satu pintu, itu juga minta persetujuan warga


Ya mungkin karena wilayah kita yang kecil dan sudah dikelilingi tembok, jadi lebih mudah," ungkap Deni.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar