Satu-Satunya Kelas Wirausaha di Kabupaten Magelang Raih Juara Nasional

Dilihat 112 kali
Riski, Peraih Prestasi 1 Kewirausahaan tingkat Nasional bersama Guru Pembimbing Kelas Kewirausahaan SMK Muhammadiyah 2 Muntilan, Jumarsih

BERITAMAGELANG.ID - SMK Muhammadiyah 2 Muntilan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah membuktikan siswanya mampu meraih peringkat pertama tingkat Nasional. Peringkat tersebut berdasarkan laporan omset kepada SEAMEO (The Southeast Asian Ministers of Education Organization) yang diumumkan melalui website kwu.seamolec.org, Selasa (2/7).


Prestasi tersebut diraih melalui Kelas Kewirusahaan yang merupakan wujud kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan SEAMEO yang merupakan sebuah organisasi internasional yang dimaksudkan untuk memajukan kerjasama di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan di daerah Asia Tenggara.


Kelas Kewirausahaan menjadi salah satu program unggulan di SMK Muhammadiyah 2 Muntilan dan satu-satunya sekolah yang membuka program tersebut, se-Kabupaten Magelang dan Eks-Kedu.


"Saya membuka warung angkringan dan jualan VCD yang buka dari pukul 04.00 sampai pukul 19.00 WIB. Saya bukanya di rumah sendiri, ketika pagi dibantu sama orang tua saya. Sedangkan nanti setelah pulang sekolah saya yang menggantikan," kata Riski, peraih peringkat peringkat pertama Nasional Kelas Kewirausahaan tersebut.


Menurut catatan yang dilaporkan, hasil omsetnya Rp 155.000.000 dan laba Rp 25.100.000 melalui usaha warung angkringan dan penjualan VCD sejak September 2018 hingga Juni 2019.


"Alasan saya membuka usaha warung angkringan, karena di daerah sekitar tempat tinggal saya belum ada. Biasanya kan warung angkringan itu buka pas malam hari, namun saya membuka angkringan dari pagi. Di sekitar situ juga dekat dengan pasar pagi," tuturnya.


Pada April 2018 dari PSMK (Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan) bekerja sama dengan SEAMEO membuat suatu program bernama SPW (Sekolah Pencetak Wirausaha).


"SPW dibagi menjadi beberapa tahapan dan kita ikut tahapan pertama. Pada tahap pertama tersaring 114 sekolah se-Indonesia dan saat itu kami satu-satunya dari Magelang.


Siswa yang terlibat dalam Kelas Kewirausahaan sekitar 5-10% dari seluruh siswa yang ada di sekolah. Bimbingan dan motivasi kepada siswa dilakukan untuk menjual apapun sesuai kemampuan siswa. Misalnya seperti jasa, barang atau produk," kata guru pembimbing Kelas Kewirausahaan, Jumarsih.


Dijelaskannya, satu kali dalam tiap bulan, siswa wajib untuk melaporkan omset mereka kepada guru dan selanjutnya laporan akan diteruskan guru ke PSMK (Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan). Namun, sekarang siswa yang langsung melaporkan sendiri ke PSMK melalui website yang sudah disediakan.


Selain Riski, Siswa SMK Muhammadiyah 2 Muntilan yang masuk 5 besar se Indonesia ialah Lurina Nur S dengan omset Rp. 127.439.999; Putri Pratama N dengan omset Rp 122.000.000; dan Adelia Nur S dengan omset Rp. 28.300.000.


"Program kewirausahaan akan terus dijalankan dan akan membuka kelas setiap tahunnya bagi siswa baru. Harapannya, ketika siswa sudah lulus bisa mandiri dan sukses berwirausaha," tandasnya.


Kelas Kewirausahaan yang berlangsung hampir 2 tahun ini, berhasil membina dan mencetak wirausahawan muda di SMK Muhammdiyah 2 Muntilan. Pada 2018, siswi Laurina Nur berhasil meraih penghargaan omset tertinggi di sekolah dari Kementerian Pendidikan RI.


Pada 2019, SMK Muhammadiyah 2 Muntilan mampu membuktikan keseriusan dalam mengelola Kelas Kewirausahaan. Sekolah tersebut melaporkan omset sebesar Rp. 449.749.999 dengan laba Rp. 103.250.000.


"Siswa tidak hanya belajar materi di kelas, tetapi diajarkan pula berwirausaha. Kelas kewirausahaan dibuka karena visi sekolah kami menjadi SMK yang Berkarakter Islami, Unggul,  dan Berjiwa Entrepreneur," jelas Kepala SMK Muhammadiyah 2 Muntilan, Untung Supriyadi. 

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar