Rumah Zakat Fasilitasi Pelatihan Foto dan Video untuk Remaja

Dilihat 978 kali

BERITAMAGELANG.ID - Rumah Zakat memfasilitasi pembukaan kelas fotografi dan videografi bagi para remaja di Desa Salamkanci Bandongan, Kabupaten Magelang, Selasa (28/6/2022). Pertemuan pertama diawali dengan belajar fotografi bersama fotografer freelance dari Mungkid, Emang Mustofa. Hadir pada kelas perdana ini 11 remaja dari Dusun Salam 1, Salam 2, Kanci 1, dan Bolong. 


Relawan Inspirasi Rumah Zakat di Desa Berdaya Salamkanci Bandongan Magelang, Yuniah, menyampaikan era global dan digital tidak bisa dihindari. Saat ini kita berhadapan dengan era globalisasi dan digitalisasi. Persaingan tidak mengenal batas. Menurut Yuniah, saat ini gadget menjadi satu hal yang hampir tidak dapat dipisahkan dari anak-anak usia sekolah. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kondisi pandemi covid-19 yang menjadikan kegiatan belajar mengajar berlangsung secara daring. 


Salah satu gadget adakah telepon pintar (smartphone/HP). Pembelajaran daring membuat anak-anak usia sekolah banyak berinteraksi dengan HP. Sebelum pandemi anak-anak usia sekolah kebanyakan belum memiliki HP sendiri. Ketika membutuhkannya mereka akan meminjam milik orangtuanya. Namun saat ini sebagian besar mereka memilikinya sendiri. 


"HP memang dapat memberikan banyak kemudahan. Bagi anak-anak usia sekolah mereka akan dengan mudah mendapatkan informasi dan materi hingga tutorial untuk belajar banyak hal. Namun demikian di sisi lain banyak hal yang dapat melenakan mereka. Diantaranya bermain media sosial dan game online," ngkap Yuniah.


"Dalam kondisi seperti ini apa yang harus kita lakukan agar kita dapat merasakan kebaikan di dalamnya? Oleh karena itu kita akan belajar fotografi dan videografi. Kalau kita bisa membuat foto dan video yang bagus, maka kita bisa melakukan banyak hal," terang Yuniah kepada para remaja yang hadir. 


Dalam kesempatan itu, Emang Mustofa mengajarkan cara menghasilkan foto atau gambar yang bagus. 


"Gambar yang bagus itu ganbar yang bercerita.  Bercerita tanpa harus diceritakan. Yang paling bagus kalau ada ekspresi. Terkadang butuh waktu lama bagi kita untuk mendapatkan ekspresinya," jelas Emang. 


Pada pertemuan perdana ini Emang mengajarkan bagaimana menempatkan objek utama yang baik, memperhatikan komposisi gambar dan membuat frame. Di sela-sela penjelasan materi para remaja diminta praktik mengambil foto. Mereka diberikan waktu untuk mencari obyeknya lalu direview oleh sang fotografer. 


Pandu, salah satu peserta dari Dusun Kanci, dengan semangat memperhatikan komentar Emang Mustofa. Selesai review tugas pertama, anak-anak diberikan tugas kedua. Lalu direview kembali. Mereka mengikuti kegiatan hari ini dengan antusias. 


"Makin penasaran, pingin belajar lagi," kata salah satu peserta, Salsa.


Pertemuan kedua akan dilaksanakan pekan depan.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar