Rumah Mirip Kandang Kambing Mbah Diyono, Kini Sudah Layak Huni

Dilihat 547 kali
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Ny Tanti Zainal Arifin, resmikan rumah milik mbah Diyono yang dibedah komuniktas "Sandaljepitanbareng" bersama dengan beberapa komunitas sosial .
BERITAMAGELANG.ID - Apa yang dilakukan komunitas ini patut diacungi jempol. Hanya dalam tempo tiga hari,  Komunitas "Sandaljepitanbareng" bersama dengan beberapa komunitas sosial lainnya, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp46 juta lebih. Dana itu digunakan untuk membangun rumah milik Diyono, warga dusun Kempulan RT I RW 4 desa Senden Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang. Kini, rumah yang sebelumnya mirip kandang kambing, berubah menjadi rumah layak huni dan diresmikan langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Ny Tanti Zainal Arifin, belum lama ini.

Koordinator Komunitas Sandaljepitanbareng, Budi Irawanto mengatakan, komunitas Sandaljepitanbareng secara tidak sengaja menemukan rumah mbah Diyono yang sangat memprihatinkan. Saat itu ia bersama dengan para relawan sedang membagi-bagi donasi. "Para relawan terkejut mendapat rumah mbah Diyono yang mirip kandang kambing. Yang bersangkutan juga tinggal bersama dengan hewan piaraannya itu," terang Budi yang dihubungi Senin (13/7/2020).

Rumah Mbah Diyono sebelum dibedah. (foto : Komunitas Sandaljepitanbareng)

Mbah Diyono sudah 20 tahun tinggal dengan keadaan seperti itu. Ia tinggal dengan 10 ekor kambing piaraannya. Makan dan minum bersama-sama dengan kambing. Tidak ada perhatian dari lingkungan setempat dan banyak isu negatif yang berkembang. "Dikatakan gila, tidak normal, tertutup dan isu negatif lainnya," kata Budi.

Namun, imbuhnya, yang kami  perhatikan bukan masalah psikologisnya, melainkan mencoba menciptakan stimulan kerjasama dan gotong royong. "Kami mencoba masuk lewat RT dan RW dan bersinergi dengan TNI/Polri untuk bersama-sama membantu membuat rumah yang layak huni untuk  mbah Diyono," ucap Budi.

Gayung bersambut, niat baik Komunitas Sandal Jepit untuk membantu membedah rumah Mbah Diyono  di respon baik oleh komunitas sosial lainnya maupun individu. Seperti, Sayap hati, MagelangNews, Magelang Raya, Putriputer, Likuntung, F Anandaputri, Irawan Akbarnet dan Lutfisalamah.

Hanya dalam tempo tiga hari, terkumpullah uang sebesar Rp 46 juta."Luar biasa, hanya dalam tempo tiga hari, donasi yang terkumpul mencapai Rp 46 juta lebih," ungkapnya.

Menurut Budi, komunitas Sandaljepitanbareng memiliki link tidak hanya Magelang saja, namun juga seluruh Indonesia bahkan sampai luar negri. Sehingga banyak orang-orang yang memiliki jiwa sosial tinggi ikut berpartisipasi.

Bahkan istri KSAD, Ny Andika Perkasa dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, juga memiliki atensi yang luar biasa.

Dalam membedah rumah Mbah Diyono, pihaknya dibantu aparat TNI dari Kodim 0705 dan juga anggota Polres Magelang. "Meski kami memiliki tim bedah rumah, namun kami tetap menggandeng aparat TNI dan Polri serta warga setempat termasuk perangkat. Alhamdullilah, semua mau bergotong royong dan bersatu padu membangun rumah dan akhirnya cepat selesai," tukas Budi.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Ny Tanti Zainal mengatakan, dirinya atas nama istri Bupati dan juga pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada komunitas Sandaljepitanbareng, yang tidak pernah merasa lelah untuk selalu berbuat kebaikan bagi orang lain.


Rumah Mbah Diyono setelah dibedah. (foto : Komunitas Sandaljepitanbareng)


Dirinya juga merasa tersanjung karena diberi amanah untuk menyerahkan kunci kepada Mbah Diyono. "Kita memang sudah sering berkomunikasi dengan Komunitas Sandaljepitanbareng dan saling mengisi kegiatan di lapangan," kata Ny Tanti.

Khusus bedah rumah Mbah Diyono, dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada 9 akun sosial yang lain yang ikut peduli.

Ia berharap apa yang dilakukan komunitas-komunitas sosial ini, bisa menjadi contoh bagi semua pihak.

Menurut Ny Tanti, yang bagus dari komunitas ini, mereka bersinergi dengan warga, pemerintah daerah juga TNI/Polri, sehingga saat pembangunan rumah bisa bergotong royong.
  
Mbah Diyono sendiri merasa terharu karena ternyata banyak yang peduli padanya. Ia tidak menyangka saat ini bisa tidur di rumah yang layak. Tidak kepanasan lagi atau kedinginan. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu membuatkan rumah yang layak untuk dihuni.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar