Risiko Pekerjaan, 118 Petugas Damkar di Swab

Dilihat 355 kali
Ilustrasi foto Tim Damkar Kabupaten Magelang. (dok-BM)

BERITAMAGELANG.ID - Sebanyak 118 petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Magelang, melakukan uji swab dikantornya Kamis (13/8/2020). Tujuan, terkait jenis pekerjaan yang berpotensi tinggi terpapar Covid-19. Meski demikian, hasilnya baru akan dikirim ke Laboratorium di Salatiga, setelah swab kedua dilakukan Jumat (14/8/2020) besok.


"Hasil swab hari ini belum ada hasilnya. Nanti setelah pengambilan swab kedua Jumat besok, baru akan kami kirimkan ke laboratorium di Salatiga. Hasilnya mungkin bisa satu minggu keluar. Yang jelas, tujuan pengambilan swab ke petugas damkar, adalah untuk mendeteksi adanya infeksi corona virus terhadap komunitas yang beresiko terkait jenis pekerjaan yang berpotensi tinggi terpapar virus ini," kata Koordinator Bidang Operasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti.


Pengambilan tes swab personil Damkar Kab. Magelang. (ft.dok-BM)

Sementara itu, hari ini ada satu orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh. Ia adalah perempuan berusia 20 tahun dari Kecamatan Salam. Sebelumnya, ia menjalani isolasi mandiri. "Untuk pasien positif, hari ini zero penambahan. Sehingga jumlahnya akumulasinya 199 orang. Rinciannya, 19 dirawat, 10 menjalani isolasi mandiri, 164 sembuh dan enam meninggal," imbuh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi.


Sedang untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), hari ini ada satu PDP yang meninggal. Ia seorang perempuan berusia 72 tahun, berasal dari Kecamatan Bandongan. "Sebelumnya, almarhum di rawat di Rumah Sakit Merah Putih sejak tanggal 7 Agustus, hasil rujukan dari RS Lestari Kota Magelang dengan rapid test reaktif. Namun hingga meninggal, hasil swabnya belum keluar," lanjutnya.


Untuk PDP ini, kata Nanda, hari ini ada tiga tambahan baru. Mereka berasal dari Kecamatan Salaman, Candimulyo dan Mungkid. Meski demikian, hari ini juga ada 10 PDP yang sembuh. Empat diantaranya dari Kecamatan Mertoyudan dan masing-masing satu orang dari Kecamatan Tempuran, Grabag, Kaliangkrik, Dukun, Borobudur dan Srumbung. "Dengan adanya tiga baru, 10 sembuh dan seorang PDP meninggal itu, jumlah akumulasinya ada 412 orang. Rinciannya, 18 dirawat, 345 sembuh, 49 meninggal," jelasnya.


Sedang untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP), hari ini ada tiga yang lolos pantau. Namun demikian ada tambahan satu ODP. Sehingga jumlah ODP yang masih dipantau ada 15 orang. "Dengan masih adanya jumlah pasien terkonfirmasi positif dan PDP itu, menandakan jika Virus Korona di Kabupaten Magelang masih ada," tegasnya.


Terkait hal itu, pihaknya minta kepada masyarakat agar tetap mematuhi tujuh pedoman sebagai persiapan menuju adaptasi kebiasaan baru, Bupati Magelang, Zaenal Arifin SIP. Yakni melakukan pengecekan suhu tubuh, pakai masker, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, jaga jarak minimal satu meter dan menghindari kerumunan serta disiplin mematuhi protokol kesehatan. "Hal lainnya, mengkonsumsi makanan bergizi, olah raga yang cukup dan minum vitamin serta menjaga daya tahan tubuh," pungkasnya.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar