Rencana Pengembangan Angkutan Aglomerasi Perkotaan Wilayah Stasiun Kutoarjo - Terminal Borobudur 

Dilihat 263 kali
.

BERITAMAGELANG.ID - Sosialisasi Rencana Pengembangan Angkutan Aglomerasi Perkotaan Wilayah Purwomanggung Stasiun Kutoarjo - Terminal Borobudur Kabupaten Magelang diselenggarakan di Hotel Safira Magelang, Kamis (17/10). Kegiatan tersebut juga dalam rangka menyiapkan Bali Baru di kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang.

Kepala Bidang Angkutan Jalan pada Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah  Heribertus Slamet Widodo, mengatakan sistem transportasi merupakan elemen dasar insfratuktur yang berpengaruh pada pola perkembangan perkotaan, pengembangan transportasi. Tata guna lahan memainkan peranan penting dalam kebijakan dan program pemerintah.

Keterlibatan masyarakat dalam pembenahan atau restrukturasi sektor transportasi menjadi hal yang sangat mendesak.

"Salah satu prasarana transportasi yang sangat penting saat ini adalah tansportasi darat atau jalan raya mengingat akan besarnya kebutuhan manusia terhadap mobilisasi transportasi darat," jelasnya.

Lebih lanjut Heribertus juga menjelaskan sesuai Undang-undang (UU) No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 158, disebutkan bahwa pemerintah menjamin ketersediaan angkutan massal berbasis jalan untuk memenuhi kebutuhan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum di kawasan perkotaan.

Berdasarkan ketentuan tersebut maka pemerintah pusat dan daerah wajib menyediakan layanan angkutan umum bagi masyarakatnya.

"Di samping itu pula guna mendukung pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional Borobudur yang berada di Kabupaten Magelang, maka perlu adanya angkutan umum sebagai sarana pendukung masyarakat dari dan ke kawasan strategis pariwisata nasional Borobudur," paparnya.

Kasi Angkutan Aglomerasi Perkotaan dan Perbatasan pada Dishub Jawa Tengah Rita Toba mengungkapkan, pihaknya telah melakukan study pengembangan angkutan aglomerasi wilayah Purwomanggung pada 2018.

"Di situ akan ada 3 koridor," ungkapnya.

Pertama, dari terminal Secang sampai terminal Muntilan via Borobudur. Koridor dua ada terminal Secang sampai terminal Parakan, dan koridor tiga dari stasiun Kutoarjo sampai teminal Borobudur.

"Dan untuk mendukung kawasan pariwisata nasional Borobudur kami mengambil prioritas koridor stasiun Kutoarjo sampai terminal Borobudur," jelasnya.

Lebih lanjut Rita mengatakan bahwa rencana rute terminal Borobudur ke Purworejo dan stasiun Kutoarjo kurang lebih 52,9 km.

Menurut rencana, rutenya mulai dari terminal Borobudur - jalan Syailendra Raya- jalan Sudirman Kabupaten Magelang - jalan P.Diponegoro - jalan Purworejo Salaman - jalan Gatot Subroto - jalan Veteran - jalan Urip Sumoharjo - jalan Letjend Suprapto - jalan Mayjed DI Pandjaitan - jalan Zarkasi - jalan Gebang - jalan Pahlawan - terminal Purworejo - jalan Kutoarjo Purworejo - jalan Gajah Mada Kutoarjo - jalan P. Diponegoro Kutoarjo - jalan MT Haryono - jalan Merpati sampai stasiun Kutoarjo.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar