Serunya Mencoba Olahraga Nordic di Candi Borobudur

Dilihat 788 kali
Ratusan peserta nordic walking menjajal rute Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Sabtu (23/112019)

BERITAMAGELANG.ID - Pernah mendengar olahraga Nordic Walking? Ada ratusan orang yang melakukannya di kawasan Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Sabtu (23/11/2019). Olahraga sederhana berjalan menggunakan dua tongkat ski itu dipercaya memberi stimulasi efektif terhadap struktur tubuh agar lebih sehat.


Pendiri Komunitas Jalan Nordic Indonesia (KJNI) Martoyo menceritakan olahraga Nordic pertama kali populer di Skandinavia dan bagian lain Eropa. Sedangkan di Indonesia olahraga berjalan kaki menggunakan tongkat dua ski ini mulai digemari sekitar dari tahun 2018 dan komunitasnya secara resmi diluncurkan 23 April 2019.


Menurutnya olahraga ini sangat efektif menjaga kebugaran dan dapat mengatasi rasa sakit pada punggung, leher, dan bahu, terutama bagi yang biasa beraktivitas duduk seharian. Dibanding olah raga lainnya, Nordic diyakini lebih mampu menggerakan otot tubuh. Jika bersepeda otot yang terlibat hanya 45 persen, joging 50 persen sedangkan Nordic 90 persen.


"Ini olahraga yang menggerakan semua otot, menggerakan semua onderdil otot yang murah dan praktis," kata Martoyo.


Olahraga murah dan sesuai untuk semua lapisan masyarakat ini harus dilengkapi dengan dua tongkat saat berjalan. Jenis tongkat yang digunakan bisa dari kayu maupun bambu. Lokasi untuk melakukannya juga bebas, bisa juga di halaman rumah sekitar 30 menit setiap harinya. Daya tarik sesungguhnya dari olahraga ini adalah dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pribadi, misalnya dari segi waktu, kecepatan, dan lokasi latihan.


"Kita tidak harus ke lapangan atau kemana. ke luar rumah itu bisa jalan," tegasnya.


Cara berjalan Nordic adalah gerakan lengan dan kaki yang berlawanan. Meski terkesan mudah, mengayunkan kaki dengan dua tongkat ski di tangan secara berlawanan awalnya akan terasa sulit dan butuh pembiasaan. Namun jika telah membiasakan diri kecepatan dan ketepatannya seperti intensitas berlari.


Salah satu peserta asal Yogyakarta Paulina selain merasakan senang dirinya mengikuti kegiatan bersama ini. ia juga merasakan manfaatnya yang luar biasa karena sakit tulang punggung yang diderita sejak lama semakin berkurang. 


"Saat berjalan 500 meter punggung serasa sakit sekali seperti mau patah, namun setelah mencoba Nordic sakitnya terus berkurang," tuturnya.


Beberapa bulan aktivitas nordic rutin dilakukan perempuan berusia 60 ini. Jarak yang ditempuh pun terus bertambah jauh, seperti di kawasan Candi Borobudur ini.


"Padahal ini jarak terjauh 6 kilometer, tidak ada rasa sakit di punggung dan kaki saya yang juga masih terpasang platina," ungkap Paulina.


Guna memperkenalkan kepada masyarakat luas, nordic walking pun digelar di tempat wisata Candi Borobudur. Ratusan orang dari berbagai kota ikut berjalan kaki di rute sepanjang 6 kilometer dengan jalur beraspal di kawasan Taman Wisata Candi Borobudur. Udara segar dan lingkungan nan rimbun membuat ratusan peserta terlihat antusias.


"Tujuan digelar di sekitar Candi Borobudur ini sebagai salah satu upaya menggelorakan sport tourism nordic dengan cara berbeda," ungkap salah satu pegiat nordic walking asal Jakarta, Moko Pamungkas seraya mengungkapkan rasa kagumnya terhadap keindahan Candi Borobudur.

Editor Fany Rachma

1 Komentar

Mamik Mis Chastina 25 November 2019 08:15
Bisqkqn saya mendqoatkan Alamat Komunitas Jalan Nordic di Jogjakarta . Terima kasih

Tambahkan Komentar