Ratusan Bencana Terjadi di Kabupaten Magelang Selama 2021

Dilihat 3973 kali
Penanganan bencana tanah longsor dan angin kencang dampak hujan deras di wilayah Kecamatan Bandongan, Selasa (11/1)

BERITAMAGELANG.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat 574 kejadian bencana sepanjang 2021. Kejadian bencana itu tersebar di semua kecamatan yang merenggut 6 korban jiwa.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang Edi Warsono mengatakan jumlah tersebut berdasar hasil himpun data BPBD Kabupaten Magelang dari Januari 2021 hingga awal Januari 2022.


"Kejadian bencana terbesar adalah tanah longsor angin kencang dan kebakaran. Sedangkan kekeringan sudah teratasi," kata Edi di kantornya, Rabu (12/1).


Diungkapkan Edi, dari 21 kecamatan memiliki potensi bencana. Namun, kategori bencana tanah longsor terdapat di Kecamatan Windusari, Kaliangkrik, Kajoran, Dukun Tegalrejo, Secang dan Pakis.


Sedangkan kejadian bencana angin kencang, lanjut Edi, dominan di Kecamatan Tegalrejo, Mertoyudan, Windusari, Dukun dan Secang.


"Ini merupakan (wilayah) langganan. Sehingga kami pesan untuk masyarakat untuk mempelajari kearifan lokal. Ilmu 'titen' harus selalu kita pakai," pesannya.


Antisipasi bencana yang bisa dilakukan BPBD adalah melakukan sosialisasi ke masyarakat serta membentuk kelompok Organisasi Pengurangan Resiko Bencana (OPRB) dan tim reaksi cepat di semua wilayah desa/kecamatan.


Selain itu upaya mitigasi juga dilakukan dengan pemeliharaan alat peringatan dini bencana tanah longsor atau Early Worning System (EWS) yang tersebar di 38 titik.


"Perawatan EWS terus kita lakukan di sejumlah titik pergerakan tanah. Itu akan kita tambah setiap tahunnya dan dipasang di titik-titik potensi rawan longsor," jelasnya.


Selama kurun waktu 2021 kejadian bencana tanah longsor telah mengakibatkan kerusakan rumah dan fasilitas publik. Selain itu tanah longsor juga memakan 6 korban jiwa di lokasi pertambangan pasir dan batu Gunung Merapi. 


"Untuk lainnya, seperti kejadian tanah longsor dan angin kencang (di pemukiman warga) alhamdulillah masih nihil," ungkapnya.


Sedangkan dampak hujan dengan intensitas lebat pada Selasa (11/01) kemarin, BPBD Kabupaten Magelang menerima laporan 4 kejadian bencana angin kencang dan tanah longsor di Kecamatan Bandongan.


Dalam kejadian itu personil BPBD langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyisiran, penanganan dan juga menyalurkan bantuan logistik terhadap korban terdampak.


Dalam mengantisiasi setiap potensi bencana BPBD Kabupaten Magelang juga mensiagakan personil 24 jam, serta mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mengingat hujan deras masih akan terjadi.


"Kita sudah berpesan kepada masyarakat untuk selalu siaga dan untuk tidak berteduh di bawah pohon jika terjadi hujan lebat," pungkasnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar

@kominfomagelang 🇮🇩 30 hari gotong royong, hasilnya nyata! TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Desa Giri Kulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang resmi ditutup. Jalan cor 500 meter, talud, dan saluran air berhasil diselesaikan 100% untuk mendukung akses dan aktivitas masyarakat. 💪 TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kebersamaan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa. “TMMD: Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” 🇮🇩🤝 Semoga hasil pembangunan ini bermanfaat dan terus dirawat bersama demi kemajuan Desa Giri Kulon. #TMMD #magelang24jam #Secang ♬ original sound - kominfomagelang