Rakor Dekranasda, Produk UMKM Didorong Lebih Inovatif dan Berdaya Saing

Dilihat 56 kali
Ketua Dekranasda Kabupaten Magelang Christanti Zaenal Arifin potong tumpeng sebagai tanda tasyakuran HUT Dekranas ke 39, Jumat (12/4)

BERITAMAGELANG.ID - Sejumlah Kepala SKPD mengikuti rapat koordinasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Magelang yang dipimpin Ketua Dekranasda setempat, Christanti Zaenal Arifin. Dalam rakor yang diselenggarakan di Rumah Dinas Bupati Magelang itu, Tanti mengungkapkan keinginannya agar kerajinan khas Kabupaten Magelang bisa memiliki daya saing.

"Saya berharap ada Pojok-Pojok Dekranasda sehingga produk (kerajinan) kita bisa mudah didapat. Dulu, kita pernah punya UMKM Center tapi letaknya di Kota Magelang dan bukan di jalur wisata. Bagaimana nanti mungkin dibuat paket wisata dan ruang pamer, tidak perlu terlalu besar tapi wisatawan bisa mampir sebentar sebelum ke Borobudur," ujar Tanti di sela rakor Dekranasda Kabupaten Magelang dan Peringatan HUT Dekranas ke 39, Jumat (12/4).

Tanti menjelaskan, Dekranasda adalah mitra Pemerintah dalam membina dan mempromosikan produk UMKM khas wilayah masing-masing. Menurutnya, Kabupaten Magelang mempunyai sejumlah potensi kerajinan khas, meliputi kayu, gerabah, tanduk, batik, dan lain sebagainya. Ia berharap ada inovasi dan terobosan berupa sinergi dengan semua SKPD dalam membina dan mempromosikan produk UMKM khas Kabupaten Magelang.

"Contohnya Diskominfo dengan sisi marketingnya, mempublikasikan produk kerajinan Kabupaten Magelang untuk membantu para perajin yang masih memasarkan produknya secara tradisional. Ke depan, saya ingin pelatihan digital marketing lebih merata ke semua perajin," pesannya.

Sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan pemetaan jumlah dan kondisi perajin di Kabupaten Magelang. Pada tahun ini, Dekranasda akan mengikuti dan juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan untuk memperkenalkan potensi kerajinan Kabupaten Magelang, diantaranya dengan berpartisipasi dalam Pameran Inacraft 2019 yang akan dihelat pada 24-28 April 2019 di Jakarta; Pameran Pesona Produk Kriya dalam rangka HUT Provinsi Jawa Tengah pada 23-25 Agustus di Kabupaten Wonogiri; Pameran Java Mall pada 31 Oktober - 3 November di Semarang; Dekranasda Expo dan lomba desain busana batik pada 4-6 Oktober di Artos Mall Magelang; Lomba rancang busana tingkat Jawa Tengah pada November di Semarang; serta Sarasehan dan HUT Dekranas pada bulan November di Kabupaten Magelang.

"Selain itu kami juga akan menyelenggarakan pelatihan kerajinan limbah sampah pada bulan Agustus mendatang," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tanti juga menyampaikan sejumlah permasalahan yang dihadapi industri kerajinan Kabupaten Magelang, yakni bahan baku yang kini makin sedikit jumlahnya, masih lemahnya manajemen usaha para pelaku industri kreatif, masih rendahnya kesadaran akan perlindungan terhadap hasil cipta industri kreatif.

"Hingga masih rendahnya pemanfaatan teknologi untuk menghasilkan produk berkualitas dengan biaya murah. Peluang publikasi dengan media sosial yang begitu kuat luar biasa. Kalau dimanfaatkan dengan baik akan memberi kontribusi pada perajin tentunya," imbuhnya.

Dengan begitu, ia berharap UMKM Kabupaten Magelang makin berdaya saing baik dari sisi kualitas produknya, tentunya dengan beragam inovasi.

"Misalnya tas anyaman berbahan plastik, tapi dengan pemilihan bahan dan desain yang lebih kekinian, warnanya, modifikasi produk perlu terus diperkaya dan digali karena sebetulnya ekonomi kreatif itu tak terbatas," pungkasnya.

Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Magelang, Drs. Sri Suraryo, M.Si mengaku siap mendukung promosi produk-produk UMKM melalui jaringan media pemerintah daerah setempat, diantaranya Majalah Suara Gemilang, Radio Gemilang, dan portal online BeritaMagelang.id.

"Dan yang baru saja kami launching adalah aplikasi Jelajah Magelang, yang berisi potensi wilayah Kabupaten Magelang secara lengkap mulai dari panduan wisata, kuliner, termasuk promosi UMKM," jelasnya.

Sementara Plt. Kabid Pemasaran dan Kelembagaan Pariwisata pada Disparpora Kabupaten Magelang Zumrotun Rini, SE menambahkan, pihaknya siap bekerja sama dengan pengelola objek wisata agar menyiapkan Pojok Dekranasda yang kekinian.

"Untuk sementara bisa memanfaatkan TIC (Tourist Information Center) sebagai display produk Dekranasda meskipun ruangnya masih terbatas. Ke depan, kami ada konsep membangun rest area, jadi selain sebagai pusat informasi wisata, juga ada pertunjukan film, kesenian di panggung, dan kafetaria. Display art untuk Dekranasda nanti juga kami buatkan untuk melengkapi TIC," ujarnya mengakhiri.

Rakor Dekranasda Kabupaten Magelang turut dihadiri Kepala Disperinnaker Endot Sudiyanto, S.Sos, Kabag Humas Protokol Purwanto, S.Sos, serta sejumlah Kepala SKPD terkait.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar