Puluhan Gunungan Meriahkan Ketep Summit Festival

Dilihat 562 kali
Pawai 21 gunungan di puncak Ketep Summit Festival 2022 di Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID - Sebagai wujud syukur kepada Tuhan, berbagai gunungan hasil bumi menjadi rebutan warga dalam puncak hajatan Ketep Summit Festival tahun 2022 di Kabupaten Magelang.


Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Slamet Ahmad Husein mengatakan event Ketep Pass Summit Festival tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan masyarakat. Mereka menampilkan berbagai Gunungan dari hasil pertanian maupun home industry dari 21 Kecamatan di Kabupaten Magelang.


"Alhamdulillah beliau beliau dari bapak Camat 21 Kecamatan semua mengirim mensupport, mensukseskan kegiatan Ketep Summit Festival  ini," ungkap Husein di sela kegiatan tersebut, Minggu (4/12/2022).


Menurut Husein, Ketep Summit Fest 2022 telah dilangsungkan dari Jumat (2/12) dan berakhir Minggu (4/12) menampilkan festival topeng ireng, festival kesenian tradisional dan puncaknya kirab gunungan dari 21 kecamatan yang mengirim semua komunitas kelompok seni dan lainnya.


Ditambahkannya, mulai dari yang pertama untuk festival topeng Ireng kemudian pada Sabtu (3/12/2022) kemarin festival kesenian tradisional secara umum dan hari ini dilanjut pawai gunungan.  


Di antara gerimis dan kabut, prosesi tahunan di lereng Gnung Merbabu ini diawali dengan iring iringan prajuritan bergodo. Mereka bertugas mengawal gunungan hasil bumi dari Desa Banyuroto menuju wisata Ketep Pass yang berjarak sekitar 1 km.


Ribuan warga dari berbagai daerah tumpah di sepanjang jalan yang dilewati arak-arakan tersebut.


Setelah melewati penilaian oleh dewan juri, sebanyak 21 gunungan hasil bumi tersebut menjadi rebutan warga di pelataran wisata alam Ketep Pass dan beberapa titik jalan di Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang ini.


Dijelaskan Husein berbagai Gunungan ini sebuah wujud rasa mensyukuri karunia dari Allah SWT setelah melewati dua tahun vakum akibat pandemi Covid 19.


"Maka dari itu sebagai wujud syukur dari keberhasilan mereka di desa wisata maupun yang lain mengeluarkan hasil hasil bumi ini untuk bisa sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa," pungkasnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar