Program Jaring Pengaman Sosial Tahap Dua Segera Dicairkan

Dilihat 227 kali
Konferensi pers penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang.

BERITAMAGELANG.ID - Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk korban Covid-19 dari APBD Kabupaten Magelang, gelombang 2, akan segera dicairkan. Paling lambat, pencairan pada 30 November 2020.


Jumlah penerimanya ada 41.251 Kepala Keluarga (KK). Mereka akan menerima JPS gelombang kedua selama tiga bulan. Yakni mulai Agustus hingga Oktober, senilai Rp200 ribu per bulan. 


"Total anggaran APBD kabupaten yang akan dicairkan untuk JPS gelombang kedua itu, senilai Rp24,7 miliar," kata Kepala Seksi Pemberdayaan Sosial pada Dinsos PPKB PPPA Kabupaten Magelang, Anik Indaryanti, saat Konferensi Pers Penanganan Covid-19 di ruang Command Center, Jumat (20/11/2020).


Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, menambahkan, jumlah pasien terkonfirmasi saat ini, ada tambahan 35 baru. 


Mereka tersebar di Kecamatan Mertoyudan dan Ngluwar, masing-masing ada enam orang; Grabag empat orang; Salaman dan Windusari masing-masing tiga orang. Kemudian ada dua orang tersebar di Secang, Srumbung, dan Muntilan. Selain itu, ada satu orang di Sawangan, Salam, Dukun, Mungkid dan Tempuran. 


Namun demikian, hari ini ada enam pasien terkonfirmasi yang dinyatakan sembuh. Lima diantaranya dari Bandongan dan satu dari Muntilan. Selain itu juga ada dua yang meninggal. Mereka berasal dari Kaliangkrik dan Bandongan. 


"Dengan tambahan semua itu, pasien terkonfirmasi saat ini menjadi 1.949 orang. Rinciannya, 568 dalam penyembuhan, 1.320 sembuh dan 61 meninggal," lanjutnya.


Sedangkan pasien suspek (sebelumnya PDP), kata Nanda, ada tambahan delapan orang. Mereka berasal dari Sawangan, Mertoyudan, Kajoran, Mungkid, Salam, Secang, Tempuran dan Borobudur. 


Namun demikian, hari ini ada enam pasien suspek yang sembuh. Berasal dari Salaman, Borobudur, Dukun, Muntilan dan Pakis. 


"Selain itu juga ada 19 pasien suspek yang alih status menjadi pasien terkonfirmasi. Dengan demikian, jumlah kumulatifnya menjadi 786 orang. Terdiri dari 60 dirawat, 654 sembuh dan 72 meninggal," ujarnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar