Kayu Disulap Jadi Produk Fashion Kekinian

Dilihat 350 kali

BERITAMAGELANG.ID - Kayu biasanya digunakan untuk membuat mebel bagi kebutuhan rumah, kantor atau sekolah. Namun, seorang perajin asal Kaliangkrik Magelang Jawa Tengah punya inovasi unik merangkai kayu menjadi sebuah tas etnik tapi tetap kekinian.


Agus Rafi, menamai brandnya Wayang Sarwo Kajeng dan berhasil mengolah limbah patek peti kemas menjadi sebuah produk fashion idaman wanita, tas kayu.


Pria berusia 36 tahun ini mengaku baru setahun ini membuat jenis kerajinan tas kayu.


"Sebelumnya kita (membuat) mebel di luar kota. Di Jepara pernah bikin usaha juga. Sekarang ada di Magelang dan lihat di sini kan (potensi) wisatawan bagus juga, kita (merambah) ke suvenir, yang kita unggulkan tas kayu," ujar Rafi di sela kegiatannya mengikuti Pelatihan Digital Marketing yang diselenggarakan Dinas Kominfo Kabupaten Magelang, Selasa (30/4/2019).


Siang itu, ia menunjukan salah satu tas kayu hasil karyanya. Bentuknya persegi panjang kurang lebih berukuran 21 x 18 cm. Menurutnya, masih banyak model lain yang bisa dipesan sesuai keinginan konsumen.


"Bisa custom sih, ada banyak macam. Harganya masih terjangkau karena kombinasinya (tali) ngga semua pakai full kulit sapi tapi pakai kain Oscar juga. Tapi kalau mau yang lebih bagus atau eksklusif ya bisa kulit sapi semua dengan kombinasi kayu," ujarnya.


Jenis kayu yang digunakan adalah Jati Belanda. Ia memperolehnya dari pengepul kayu asal Pringsurat Temanggung, Jawa Tengah. 


Untuk membuat tas kayu ini, Rafi mengaku tidak membutuhkan waktu yang lama.


"Ngga terlalu lama, kita bikin 3 hari jadi 2 tas, kalau yang lain tergantung tingkat kerumitan," jelasnya.


Baru saja dirilis tahun lalu, produknya kini sudah dikirim hingga Temanggung, Blitar dan Bandung. Sebagian besar peminatnya adalah remaja dan emak-emak. Tak lupa, ia pun memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produknya.


"Harganya relatif terjangkau, antara 350 sampai 450 ribu. Kalau eksklusif seperti motif ukir, batik ataupun beragam warna juga bisa kami buatkan dengan teknik laser, harganya bisa sampai 1 juta rupiah tergantung kerumitan," kata pria kelahiran 18 Agustus 1982 ini.






Pria yang hobi membuat beragam kerajinan ini sengaja memilih kayu sebagai bahan dasarnya karena mudah dibentuk menjadi berbagai macam kreasi. Tidak hanya mebel dan tas kayu, dirinya juga membuat aneka boks perhiasan, kotak penyimpanan rokok, kaligrafi, jam kayu, bahkan lukisan siluet wajah dengan sketsa hitam putih.


"Kayu juga ramah lingkungan, kalau sudah nggak terpakai atau sudah rusak kan nggak jadi limbah juga," kata dia.


Karena keunikannya, produk hasil karya Wayang Sarwo Kajeng pun terpilih untuk meramaikan Pameran Inacraft di Jakarta beberapa waktu lalu. Tak disangka, respon pengunjung pun sangat baik, terbukti dengan banyaknya kerajinan yang laris terjual. Tidak hanya profit oriented, Rafi juga ingin hasil karyanya bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.


"Tentunya kami ingin mengkaryakan lingkungan (memberdayakan warga) juga supaya punya keterampilan dan mengurangi pengangguran. Orang-orang, anak-anak yang putus sekolah bisa punya keterampilan. Yang utama adalah memberdayakan masyarakat sekitar," harap pria lulusan SMK Teknik Mesin ini.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar