Pondok Sepuh Payaman, Tempat Belajar Para Santri Lansia

Dilihat 3448 kali
Pondok Sepuh Payaman Secang Magelang Jawa Tengah, tempat para lansia menuntut ilmu agama.

BERITAMAGELANG.ID - Usia tidak menjadi kendala untuk terus menimba ilmu, termasuk agama. Seperti Ismidah, nenek berusia 78 tahun yang menjadi santri Pondok Sepuh Payaman, Secang, Magelang, Jawa Tengah.


"Belajar agama jadi niat saya. Sudah tua lebih mendekatkan diri kepada Allah," kata Ismidah kepada beritamagelang.id.


Pagi itu, masih pertengahan bulan Ramadhn 1439 Hijriyah/ 2018, Ismidah bersama ratusan santri lansia lain sibuk mempersiapkan diri menuju ke Masjid Agung Payaman. Jarak asrama dan masjid hanya sekitar 2 meter.


Meski jauh dari keluarga di Temanggung, Ismidah mengaku senang dan nyaman berada di Pondok Sepuh karena bisa bersilaturahmi dengan santri lain sebayanya.


"Kita saling kenal bersilaturahmi. Para lansia yang di masjid berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah ataupun luar Jawa," ujarnya.


Berbagai rutinitas ibadah dilakukan para santri lansia ini sejak dini hari hingga tengah malam.


"Kita di sini belajar berbagai ilmu agama, membaca AlQuran, hingga menjalankan rutinitas seperti mencuci memasak sendiri sendiri," lanjutnya.


Ismidah mengaku selalu rindu dengan anak cucu di rumah. Untuk mengobatinya, setiap selesai sholat ia selalu mendoakan mereka.


"Gusti Allah moga tetap memberi kesehatan untuk keluargaku. Pingin pulang tapi setelah selesai sinau (belajar)," tutur Ismidah dengan tersenyum.


Untuk tahun ini pesantren yang didirikan Kyai Haji Romo Agunung Siradj pada 1930 mampu menampung sedikitnya 400 lansia. Rata-rata mereka berusia 65 hingga 80 tahun.


"Setiap bulan para santri hanya dibebani biaya listrik sebesar Rp 50.000. Asrama tidak membayar. Ada juga yang memilih tidur di masjid," jelas Muhammad Tibyan, pengasuh Pondok Sepuh Payaman.


Kegiatan di Pondok Sepuh akan berakhir di Ramadan hari ke 21. Setiap hari kewajiban para lansia adalah menjalankan salat lima waktu berjamaah, salat sunah Duha, dilanjut tadarus hingga Zuhur.


"Tausyiah tentang ilmu fikih dasar dan Tafsir AlQuran rutin diberikan setelah sholat Zuhur hingga Asar," terang Tibyan.


Meski padat kegiatan, para santri lansia ini tidak nampak lelah dan bosan. Segala aktivitas keseharian bisa dilakukan karena fasilitas juga telah tersedia.


"Nyantri ke sini itu tinggal bawa niat beribadah, badan sehat dan bawa bekal uang, sudah cukup. Penjual makanan di sini juga banyak, mau makan apa pun ada," lanjutnya.


Keunikan di Pondok Sepuh ini mereka harus berbagi ruang dan tempat istirahat dengan santri lain. Namun, itu tak masalah karena bagi mereka tujuan utama adalah beribadah, meraih berkah sebanyak-banyaknya di bulan Ramadan.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar