Polengan Ristis Desa Mandiri BPJS Kesehatan Untuk Warga

Dilihat 260 kali
Warga Desa Polengan Sumbung Kabupaten Magelang menunjukan kartu BPJS

BERITAMAGELANG.ID - Mengusung prinsip gotong-royong semua tertolong, Pemerintah Desa Polengan di Kabupaten Magelang, merintis desa mandiri BPJS Kesehatan.


Desa Polengan merupakan salah satu desa di Kabupaten Magelang dengan jumlah penduduk 635 kepala keluarga. Hebatnya, mayoritas warga lereng Gunung Merapi ini berprofesi sebagai petani dengan berpenghasilan rendah, namun kesadaran untuk saling membantu dalam hal kesehatan sangat tinggi, terbukti dengan semua warganya menjadi peserta BPJS mandiri.


Betapa tidak, hampir 40 persen masyarakat di desa yang berada di lereng barat Gunung Merapi ini menjadi peserta BPJS Mandiri. Bahkan, sebagian jumlah tersebut merupakan warga yang dulu menjadi peserta BPJS subsidi.


Kepala Desa Polengan Nur Widodo menuturkan, dengan mengusung prinsip gotong-royong semua tertolong, pemerintah Desa Polengan gencar melakukan sosialisasi dengan menggandeng tokoh masyarkat agar warga mampu turut serta dalam program BPJS Mandiri.


"Masyarakat saya itu bisa mengurus dirinya sendiri, khusunya di bidang kesehatan. Sehingga harapan saya warga ikut di BPJS itu," kata Nur Widodo mengawali cerita Selasa (22/9/2020).


Dalam merintis Desa BPJS Mandiri ini berdasar skala prioritas yakni untuk membantu masyarakat miskin yang lebih berhak menjadi peserta BPJS bersubsidi dari pemerintah.


Selain itu, lanjut dia, program ini juga untuk menjaga pastisipasi masyarakat terkait keberlangsungan JKN-KIS dan peningkatan pelayanan kesehatan di tengah pandemi Covid-19.


"Itu karena untuk diri sendiri atau untuk warga masyarakat kita. Makanya saya mendorong warga mau dan sadar untuk mengikuti BPJS secara mandiri," terang Nur Widodo.


Warga Desa Polengan menilai dengan menjadi peserta BPJS Mandiri dan rutin membayar iuran, akan membantu masyarakat golongan fakir miskin dan orang tidak mampu dalam mendapat pelayanan dan jaminan kesehatan.


Suprih Puji, salah seorang warga menuturkan, pada prinsipnya adalah dasar gotong-royong, khususnya dalam pembayaran iuran. Hal itulah yang mendorong masyarakat Desa Polengan beralih dari BPJS subsidi ke peserta BPJS Mandiri. Menurutnya, karena dengan rutin membayar iuran, secara otomatis dapat membantu peserta BPJS Subsidi. "Selain sewaktu kita berobat, kita tidak punya tabungan istilahnya kita ada untungnya dari BPJS mandiri. Selain itu kita dapat membantu orang lain," ungkap Suprih.


Sebagai petani, Suprih adalah ayah dua anak dengan penghasilan rendah. Pada sisi lain ia juga menderita penyakit jantung. Bahkan saat ini kondisi fisiknya semakin lemah paska perawatan di rumah sakit itu. Pendapatan dari pekerjaan sebagai buruh petani juga jauh berkurang akibat pandemi Covid-19. Tapi semua kondisi itu tidak lantas menyurutkan niatnya untuk tetap membayar iuran BPJS Mandiri secara tertib.


Suprih mengaku tetap menjadi peserta BPJS madiri, mengingat dirinya harus menjalani pengobatan rutin di rumah sakit dan ada rasa bahagia ketika membayar iuran karena dapat membantu sesama.


"Meskipun pekerjaan saya hanya begini, pemasukan juga tidak ada karena barusan opname terkena serangan jantung tapi saya tetap berusaha membayar iuran," terangnya.


Sementara itu, sesuai data Kantor Layanan BPJS Kabupaten Magelang kepesertaan BPJS Mandiri setiap tahunnya terus meningkat. Tercatat sejak tahun 2019 hingga Agustus 2020 bertambah hingga delapan ribu lebih peserta.


"Memang semangat kita dengan slogan kita gotong-royong semua tertolong itu yang dipakai oleh Kades Polengan jadi subsidi silang. Konsepnya seperti itu," Kata Kepala Kantor Layanan BPJS Kabupaten Magelang, Gama Apriyadi.


Dijelaskan Gama, BPJS Kesehatan merupakan asuransi kesehatan yang banyak diminati oleh masyarakat luas. Karena BPJS Kesehatan memiliki manfaat besar tanpa melihat kondisi peserta maupun batasan  penyakit. Sehingga program BPJS Kesehatan yang digulirkan pemerintah membuat masyarakat terbantu dan juga terjamin seumur hidup kesehatannya.


" Jadi yang sudah terjamin oleh pemerintah itu memang sendiri dan mandiri bayar sendiri. mereka hanya membayari yang belum masuk disegmen-segmen tadi," pungkasnya.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar