Petani Padi Payaman Panen Empat Varietas Unggulan Baru

Dilihat 527 kali
Panen perdana adi empat varietas sekaligus di Desa Payaman Kacamatan Secang Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID - Empat padi varietas unggulan baru sukses dipetik di lahan seluas empat hektar di Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Keempat padi tersebut, yakni padi Siliwangi, Inpari 32 HDB , Inpari 46 GSR dan Pajajaran.


Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Ade Sri Kuncoro mengungkapkan keempat padi varietas unggulan baru tersebut merupakan varietas baru yang cocok ditanam di lahan sawah irigasi dan juga lahan tadah hujan.


"Produksi dari keempat padi hibrida ini juga dinilai cukup menjanjikan bagi para petani. Karena mengalami peningkatan hasil panenan," kata Ade usai panen perdana di Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Selasa (28/12).


Menurutnya, dengan penggunaan padi varietas unggulan baru tersebut diharapkan bisa meningkatkan produktivitas padi dan dampaknya bisa meningkatkan perekonomian petani.


Ia menambahkan, kempat padi varietas baru tersebut mempunyai masa tanam yang berbeda-beda, yakni ada yang  110 hari dan ada pula yang kurang dari 110 hari sudah bisa dipanen. Karena empat varietas padi tersebut berbeda-beda, ada yang genjah yakni padi Pajajaran dan lainnya varietas  umum tidak genjah, bukan super genjah.


"Jadi masa tanamnya ada yang kurang dari 110 hari ada pula yang 110 hari baru bisa dipetik," ungkapnya.


Ade menjelaskan, empat padi varietas unggulan baru tersebut dinilai sangat cocok ditanam di wilayah Kabupaten Magelang karena di tengah lahan persawahan yang semakin sempit, tetapi produktivitas padi tetap meningkat.


Sementara itu, Peneliti Sosial Perekonomian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah, Anggi Sahrul Romdon, mengatakan empat padi varietas baru tersebut mempunyai kelebihan dibandingkan varietas-varietas padi lainnya.


Anggi menambahkan, dari segi produksi keempat padi varietas baru tersebut sangat tinggi dan berpotensi bisa menghasilkan 8,5 sampai 11  ton gabah kering giling. Selain itu juga diharapkan dari kesuksesan panen empat padi varietas baru yang ditanam di Desa Payaman ini terus dikembangkan sehingga dapat mendukung ketahanan pangan di Jawa Tangah.


"Padi jenis Siliwangi dan Pajajaran lebih tahan penyakit kresek (hawar daun). Sedangkan padi jenis Inpari lebih tahan ditanam di musim penghujan, sehingga lebih tahan dari serangan penyakit," tuturnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar