Petani Merapi Budi Daya Ubi Jalar Kualitas Ekspor

Dilihat 486 kali
Panen perdana ubi jalar ace putih di Desa Bringin Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang

BERITAMAGELANG.ID - Menghadapi pandemi dan potensi bencana Gunung Merapi, para petani di Dusun Cabean Wetan Desa Bringin Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang sukses melakukan panen ubi jalar ace putih. 

Pemkab Magelang mengapresiasi keberhasilan para petani di Desa Bringin ini. Karena selain mampu mandiri di masa Pandemi-covid 19, panen raya ubi jalar ini juga mendukung upaya ketahanan pangan daerah dari potensi lokal.

"Apresiasi untuk petani di Bringin ini yang dapat memetik jerih payah dan menambahkan nilai tambah dengan ekspor ke luar negeri,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Romza Ernawan saat acara Panen Perdana Ubi Jalar Ace Putih Desa Bringin, Senin (9/11/2020).

Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, kesejahteraan masyarakat dan kesadaran akan gizi, konsumsi pangan yang beragam menjadi agenda prioritas pemerintah, melalui program penganekaragaman atau diversifikasi pangan. 

Program ini, lanjutnya, merupakan upaya peningkatan ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman yang berbasis pada potensi sumber daya lokal, dengan tujuan untuk pemenuhan gizi dan mengurangi konsumsi beras dan terigu. 

Di sisi lain perlu diimbangi dengan peningkatan konsumsi umbi-umbian, pangan hewani, buah-buahan dan sayur-sayuran dalam rangka tercapainya Pola Konsumsi Pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman.

Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan menjadi sangat penting untuk segera dilaksanakan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Magelang untuk menurunkan konsumsi pangan beras dan terigu, menurunkan angka kemiskinan, menciptakan lapangan kerja sesuai potensi daerah, serta meningkatkan Skor Pola Pangan Harapan.

Untuk Kabupaten Magelang Skor Pola Pangan Harapan mencapai 87,9 (hasil survey tahun 2020), melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, penyuluhan maupun pendampingan.

Sebagai bahan pangan alternatif, lanjut Romza, Kabupaten Magelang memiliki potensi tanaman ubi jalar mencapai 800 ha lebih. Dari jumlah itu produksi mencapai 17 ribu lebih. Potensi itu juga didukung oleh teknologi yang dimiliki Dinas Pertanian.

Selain di Kecamatan Srumbung, tanaman ubi jalar juga dikembangkan oleh petani di wilayah Kecamatan Windusari, Dukun dan Mertoyudan.

"Teknologi pengembangan ubi jalar juga tersedia, kita memiliki. Sehingga meningkatkan nilai ekonomi para petani," ungkapnya.

Camat Srumbung Khoirul Anwar mengatakan panen perdana ubi jalar putih ini merupakan hal baru di wilayahnya. Karena selama ini Srumbung dikenal dengan komoditas salak pondoh dan madu.

Penanaman ubi jalar ace putih diinisiasi oleh BUMDes Bringin Manunggal Sejahtera. Beberapa anggotanya merupakan petani muda.

Ubi jalar ace putih sendiri ditanam oleh anggota Kelompok Tani Ngudi Makmur Desa Bringin. Hasil panen ubi jalar ini akan secara rutin dikirim ke Jepang. 

"Kita butuh generasi muda yang bergulat di bidang pertanian peternakan. Kegiatan ini sebagai cambuk motivasi pendorong generasi muda ke pertanian," ungkapnya.

Ukuran ubi jalar ace putih cenderung lebih besar. Rasanya lebih manis, berwarna putih, dan teksturnya juga lembut saat dimakan. 

Sebagai penyedia bahan baku, tahun ini ubi jalar petani Desa Bringin akan disertifikasi agar pasar semakin luas ke beberapa negara Eropa. 

Potensi ubi jalar ace putih ini, lanjut Anwar, juga menjadi peluang ekonomi tersendiri bagi masyarakat Srumbung. Hal itu mengingat saat ini masyarakat sudah mulai beralih konsumsi beras ke makanan lain akibat kadar gula dalam beras relatif tinggi. 

"Harapannya terus berkembang sebagai komoditas andalan lain di masyarakat Srumbung," harapnya.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar