Petani Kabupaten Magelang Terapkan Gerakan Penanaman Padi IP400

Dilihat 151 kali

BERITAMAGELANG.ID - Kabupaten Magelang mensosialisasikan Gerakan Penanaman IP400 pada Kelompok Tani Ngudi Rahayu Desa Bligo Kecamatan Ngluwar seluas dan Kelompok Tani Sumber Agung I di Kelurahan Secang Kecamatan Secang, Selasa (12/1/2021).


Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Romza Ernawan mengungkapkan teknik meningkatkan IP400 padi yakni melalui penggunaan benih berumur pendek 70 sampai 90 hari yang disemai di luar, pola dan waktu tanam sesuai kalender tanam, pupuk kimia hanya urea 25 kilogram per musim per hektar dan menggunkan unsur hara dari kompos, limbah tanaman dan limbah ternak. 


"Setelah dipanen langsung olah tanah dan diberi biodekomposer dan 10 hari sudah ditanam padi lagi," ujar Romza.

Romza menyampaikan, menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, pembangunan pertanian ke depan tidak boleh pada penggunaan teknologi yang stagnan, namun harus menerapkan teknogi pertanian digital dan bibit unggul. 


Selain itu juga menggunakan konsep yang lebih maju dan terintegrasi yang memberikan nilai tambah. Pencapaian pembangunan pertanian akan lebih bernilai lagi apabila didukung dengan penggunaan teknologi pertanian yang lebih maju. 


"Teknologi adalah jawaban masa depan memajukan pertanian dan ketahanan pangan itu sendiri," tandasnya.


Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Distan Pangan Kabupaten Magelang, Ade Sri Kuncoro menambahkan, Kelompok Tani Sumber Agung I memiliki total luasan kurang lebih 40 Ha lahan sawah dan produktivitas padi rata-rata 6 ton / Ha.


"Mereka mendeklarasikan berbudi daya IP400 tanaman padi dengan tujuan ingin memberikan nilai tambah penghasilan dalam bercocok tanam padi sehingga akan memberikan dampak yang baik selain ketersediaan beras di Kabupaten Magelang tercukupi adalah menambah income petani dengan pola bertanam yang ramah lingkungan," ujar Ade. 


Selama ini cara budi daya tanaman padi Kelompok Tani Sumber Agung 1 khususnya dan Kecamatan Secang pada umumnya, bahkan hampir seluruh area kawasan kabupaten Magelang rata-rata menanam padi dua kali dalam satu tahun.


"Itu saja berlaku untuk lahan yang ketersedian airnya ada sepanjang tahun," ungkapnya. 


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar