Penyandang Disabilitas Diberi Modal dan Keterampilan Wirausaha

Dilihat 1046 kali

BERITAMAGELANG.ID - Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Dr. Soeharso Surakarta di bawah naungan Kementrian Sosial bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Magelang mengadakan Tahapan Intervensi Program Rehabilitasi Sosial Berbasis Keluarga (RSBK). 


Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari pada 15-17 Oktober 2019 di Rumah Ketela, Borobudur. 


Acara dibuka oleh Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB PPPA) Retno Indriastuti, Selasa (15/10).


"Program RSBK yang dilaksanakan di Kabupaten Magelang ini menjadi salah satu langkah sinergis antara BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso Surakarta dengan Pemkab Magelang dalam mengupayakan kemandirian dan kualitas hidup para penyandang disabilitas," ungkap Retno saat membacakan sambutan Bupati Magelang. 


Pemerintah Kabupaten Magelang sendiri juga sudah pernah beberapa kali memberikan pelatihan-pelatihan kepada para penyandang disabilitas, seperti pelatihan menjahit, pelatihan tata boga, dan perbengkelan. 


Tujuan diadakannya pelatihan ini bukan hanya untuk mengasah keterampilan, namun lebih jauh yakni untuk meberikan kesadaran pola pikir para penyandang disabilitas untuk bisa bekerja mandiri, aktif terlibat di masyarakat, dan mampu menjalankan fungsi sosial dalam kehidupan sehari-hari. 


"Harapan kami Program Rehabilitasi Sosial Berbasis Keluarga (RSBK) yang dilaksanakan di Kabupaten Magelang ini mampu mengakomodir keinginan dan kebutuhan para disabilitas di Kabupaten Magelang, sehingga kehidupan para penyandang disabilitas bisa lebih bermakna, berarti, berkualitas, mandiri, dan tentunya lebih membahagiakan," harapnya.


Retno juga menambahkan agar para peserta pelatihan bisa memanfaatkan waktu yang ada  dan serius untuk mengikuti pelatihan sekaligus merencanakan tindak lanjut pemanfaatan bantuan stimulan yang diberikan kepada peserta agar dimanfaatkan sebaik mungkin dan dapat meningkatkan kesejahteraan kebahagiaan di keluarga. 


Sambutan Retno ditutup dengan penyerahan bantuan dana sosial secara simbolis kepada penyandang disabilitas.


Kepala Bagian Tata Usaha BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Vita Kuswarini, mengatakan terdapat beberapa program besar tahunan salah satunya yakni program dalam hal penjangkauan dimana memberdayakan keluarga disabilitas melalui program RSBK. 


"Salah satu program penjangkauan melalui RSBK ini untuk menjembatani atau memfasilitasi pemerintah daerah setempat untuk bisa membangun masyarakat inklusi bagi penyandang disabilitas fisik," ujarnya.


Pelatihan ini diikuti 48 peserta dari tiga kecamatan (Salaman, Borobudur, dan Mungkid) yang sudah dipilih melalui beberapa tahapan yang dimulai dari pemetaan lokasi. 


Dari data yang masuk ke BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Vita mengatakan bahwa Magelang menjadi sasaran RSBK setelah melakukan identifikasi yang bekerjasama dengan Dinas Sosial dan setelahnya dilakukan sosialisasi setelah penentuan peserta dan juga dari keluarga dari penyandang disabilitas fisik agar keluarga dari peserta juga ikut bertanggung jawab terhadap anggota keluarganya yang disabilitas.

 

Sebelum tahapan Intervensi, ada tahap-tahap yang dilakukan di tingkat sosialisasi untuk menentukan berbagai kriteria yang bisa menjadi peserta RSBK. Dan yang saat ini dilakukan merupakan tahapan Intervensi yang merupakan tahap penanganan langsung oleh BBRSPDF Prof. Dr. Soeharso Surakarta melalui pemberian keterampilan yang dalam hal ini berupa keterampilan tata boga dan service elektro ringan.

 

Di tahapan intervensi ini peserta juga diberikan bantuan dana sejumlah dua juta rupiah per orang yang digunakan untuk pembelian bahan atau model awal berupa peralatan sesuai dengan minat keterampilan yang dipilih peserta.


Harapan Vita dari kegiatan ini bisa membangun jalilnan relasi komunikasi di antara peserta pelatihan dan juga diharapkan adanya pendampingan khususnya disabilitas fisik agar bisa memantau dan tindak lanjut perkembangan peserta RSBK agar benar-benar memanfaatkan dana untuk kebutuhan keterampilan.


Selain Magelang, Program RSBK juga dilakukan di lima lokasi lainnya, yakni Temanggung, Madiun, Magetan, Gunung Kidul, dan Wonogiri. 


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar