Penyakit Kencing Manis Paling Rentan Terpapar Covid-19

Dilihat 288 kali
dr Kunto paling kanan, saat konferensi pers penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang.

BERITAMAGELANG.ID - Penyakit kencing manis (gula), menjadi penyakit kormobit (penyerta) yang paling banyak menyebabkan terjadinya pemburukan saat penderitanya terpapar Covid-19. Penyakit kormobit kedua yang perlu diwaspadai adalah gagal ginjal dan ketiga penyakit jantung atau hipertensi.


"Apabila ada warga atau orang memiliki ketiga penyakit kormobit ini, maka perlu segera ada tindakan cepat jika mereka terpapar virus corona. Sehingga tindakan cepat dan tepat, sangat disarankan agar tidak terjadi kondisi perburukan pada pasien," kata kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang, dr Oktora Kunto Edy, pada konferensi pers penanganan Covid-19 Jumat (16/10/2020) kemarin.


Disampaikan jika ada pasien yang memiliki penyakit kormobit dan memiliki gejala penurunan nafsu makan, perubahan perilaku dan kesadaran menurun, maka perlu segera ada tindakan medis. Apalagi jika pasien memiliki riwayat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. "Hal seperti ini yang perlu diketahui masyarakat. Sehingga jika ada keluarga, saudara atau tetangga kita memiliki penyakit komorbit dan ciri-ciri seperti itu, maka harus segera dibawa ke rumah sakit agar secepatnya dilakukan tindakan medis," jelasnya.


Sementara pasien terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini, ada tambahan baru delapan orang. Mereka tersebar di Tempuran (2 orang), Secang (2) dan satu orang di Kajoran, Ngluwar, Mertoyudan dan Bandongan. Meski demikian, ada tiga orang yang dinyatakan sembuh setelah hasil swabnya negatif. Mereka berasal dari Salaman, Kaliangkrik dan Bandongan. "Dengan tambahan delapan baru dan tiga sembuh itu, maka jumlah kumulatifnya menjadi 898 orang. Rinciannya, 147 masih dirawat dan menjalani isolasi mandiri, 729 sembuh dan 22 orang meninggal," imbuh Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, Rabu (21/10/2020).


Sedang untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), saat ini ada lima tambahan. Dua diantaranya dari Tempuran dan satu orang tersebar di Secang, Candimulyo serta Pakis. Selain itu juga ada enam PDP yang alih status menjadi pasien positif. Dua diantaranya dari Tempuran dan satu orang tersebar di Kajoran, Ngluwar, Secang dan Bandongan.


"Meski demikian, saat ini juga ada lima PDP yang dinyatakan sembuh. Mereka dari Mertoyudan (2 orang), Muntilan, Ngluwar dan Tempuran, yang masing-masing satu orang. Dengan tambahan lima baru, enam alih status ke positif dan lima sembuh ini, jumlah kumulatifnya menjadi 621 orang. Rinciannya, 17 dirawat dirumah sakit, 536 sembuh dan 68 meninggal," ungkapnya.


Dengan masih adanya jumlah pasien terkonfirmasi positif dan PDP itu, menandakan jika Virus Corona di Kabupaten Magelang masih ada. Terkait hal itu, pihaknya minta kepada masyarakat agar mentaati Inpres No. 6 Tahun 2020 dan Perbup Kabupaten Magelang No. 38 Tahun 2020 tentang pendisiplinan dan penegakan hukum protokol kesehatan. Diantaranya melakukan pengecekan suhu tubuh, pakai masker, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, jaga jarak minimal satu meter dan menghindari kerumunan serta disiplin mematuhi protokol kesehatan. "Hal lainnya, mengkonsumsi makanan bergizi, olah raga yang cukup dan minum vitamin serta menjaga daya tahan tubuh," pungkasnya.

Editor Slamet Rohmadi

0 Komentar

Tambahkan Komentar