Pengelolaan Arsip Kabupaten Magelang Raih Predikat Sangat Memuaskan

Dilihat 290 kali

BERITAMAGELANG.ID - Bupati Magelang Zaenal Arifin menerima penghargaan Kearsipan Nasional kategori ‘Sangat Memuaskan’ dalam Rakor Nasional Pengawasan Kearsipan di The Sunan Hotel Surakarta, Rabu (26/2/2020).


Penghargaan diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi ( PAN-RB ) Tjahyo Kumolo didampingi Plt. Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia ( ANRI ) M Taufik.


Bupati Magelang Zaenal Arifin usai menerima penghargaan mengatakan, atas nama pemerintah daerah menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras khususnya jajaran perpustakan dan arsip yang telah bekerja dengan keras menata arsip.


“Tentunya arsip-arsip kita itu memiliki sejarah kejuangan. Bahkan nilai-nilai yang tidak bisa diukur secara materiil ternyata bisa dibukukan secara rapi dan tertata dengan baik,” ujarnya.


Ini satu penghargaan bagi rekan rekan di perpus dan arsip karena dengan kerja keras mereka, kerja cerdas dan kerja iklas mereka kita dapat mendapatkan penghargaan ini dengan predikat yang sangat memuaskan.


“Tentunya ini menjadi pekerjaan rumah yang luar biasa ke depan tentunya bagi perpustakaan dan arsip untuk lebih meningkatkan penataan arsip ini, bagaimana mengidentifikasi arsip-arsip yang ada di Kabupaten Magelang ini, sehingga lebih tertata dengan baik,” pesannya.


Bupati berpesan agar penyusunan arsip secara digital harus dilakukan sehingga memudahkan mencari data yang dibutuhkan. Ia mendorong seluruh SKPD untuk memberikan data supaya bisa diarsipkan secara digital.


“Alhamdulilah bulan lalu Perpustakaan Kabupaten Magelang dinobatkan sebagai Perpustakaan Kabupaten/Kota terbaik se Indonesia dalam Implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tahun 2019,” tandasnya.


Menteri Tjahjo Kumolo mengatakan, sebagai negara yang menjalani proses revolusi sampai reformasi semua sejarah harus tercatat. 


Tjahjo menyebut banyak arsip negara bahkan aset bermasalah hingga hilang akibat tak tercatat. Dalam kesempatan tersebut, Menpan RB menekankan pentingnya arsip, khususnya yang menyangkut aset-aset daerah. Jangan sampai dokumen bangunan cagar budaya di daerah hilang, seperti yang terjadi di beberapa daerah meski fisiknya masih ada.


"Ini perlu ditata karena hal itu bagian dari reformasi birokrasi," ucap Tjahjo Kumolo.


Jawa Tengah disebut MenPAN-RB terbaik karena gubernurnya cepat mengelola arsip. Bahkan Jateng telah memulai digitalisasi arsip. Menurut Tjahjo, arahan Presiden Jokowi pentingnya melakukan reformasi birokrasi, menata kepegawaian dalam pegelolaan arsip. Jika tidak, tentunya banyak arsip negara yang hilang.


"Pentingnya arsip, kalau tidak, di Jakarta ada gedung hilang karena tidak dibuktikan, ada sumber yang menginfokan bahwa ini kalau digugat lepas," sambung Tjahjo. 


Dia menekankan pentingnya pengelolaan arsip dan memanfaatkan teknologi informasi Salah satunya dengan digitalisasi arsip negara. 


"Ini pentingnya arsip. Arsip kita banyak yang di Belanda, keris-keris kerajaan di Solo banyak yang di Belanda," ujarnya.


Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan, pengelolaan arsip semestinya canggih.


“Sekarang masanya teknologi komunikasi, digitalisasi is a must," katanya.

 

Paradigma arsip harus berubah, setidaknya dalam aspek tata kelola dan budaya arsip. Masyarakat juga harus meningkatkan pemahaman akan kearsipan. Jangan saat kondisi susah, arsip baru dicari.


"Arsip jangan merasa termarjinalkan. Arsip salah satu garda terdepan bangsa. Arsip adalah penyaji informasi yang akurat. Alat bukti yang sah. Dan para pejuang kearsipan jangan lelah berkarya dan letih berkreasi dan berinovasi," kata Ganjar.

Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar