Pemkab Magelang Menerima Kembali Jamaah Haji 2019

Dilihat 157 kali
Wakil Bupati Magelang, Edi Cahyana, menerima kembali Jamaah Haji Kabupaten Magelang Tahun 2019.

BERITAMAGELANG.ID - Wakil Bupati Magelang Edi Cahyana mengatakan, keimanan pasca ibadah Haji, janganlah turun, dikarenakan Haji yang sebenarnya adalah mengaplikasikannya setelah kembali ke tanah air.


"Boleh menurun keimanan, tapi jangan banyak-banyak. Harapannya keimanan selalu naik, hingga ajal menjemput kita," pesan Edi saat Penerimaan Kembali Jamaah Haji tahun 1440/2019 di Pendopo Lapangan Soepardi Kota Mungkid, Kamis (26/12).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh jamaah haji 2019, serta KH Muslih Zaenal Abidin, Anggota DPR RI Komisi VIII yang membidangi urusan perhajian Indonesia dan juga sebagai narasumber tausiah kepada jamaah haji.


Dalam kesempatan tersebut, Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang Mad Sabitul Wafa, mengatakan, jamaah haji dari Kabupaten Magelang terdisiplin nomor 5 di Provinsi Jawa Tengah dari urutan ke 7 pada tahun lalu.


"Menjadi kebanggaan kita bahwa urutan kedisiplinan Jamaah haji Kabupaten Magelang meningkat, tentu ini tidak terlepas dari peran Alim Ulama dan Tokoh Agama di Magelang," ucap Mad Wafa.


Dari data Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magelang, jumlah Jamaah haji tahun 2019 dari Kabupaten Magelang berjumlah 1.230 orang yang meninggal di tanah suci 2 orang dan semua jamaah selamat hingga ke Tanah air kembali sejumlah 1.228, termasuk ada di dalamnya 9 orang Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).


Mad Wafa juga menyampaikan, sejak 2019 seluruh jamaah haji di Kabupaten Magelang sudah dibiayai hal yang tadinya tidak dibiayai oleh pemerintah daerah. 


"Mudah-mudahan kebijakan Pemeintah untuk menanggung biaya non PPIH menjadi amal jariyah bersama dan ini belum banyak dilakukan di kabupaten atau pemerintah daerah lain," ungkap Wafa.


Selain itu terdapat beberapa perubahan yang memang yang harus diikuti karena kebijakan pemerintah pusat, yaitu jumlah yang berhak melunasi calon jamaah haji tahun 2020  meningkat yakni 1.320 calon jamaah haji.


"Jika pada tahun 2019 penyusunan karu, karo, dan kloter dibentuk setelah pelunasan, namun tahun depan pembentukan  dilakukan sebelum pelunasan," papar Wafa.


Kemudian ada jeda waktu lima hari yang tidak diberikan anggaran konsumsi oleh pemerintah alias memasak sendiri. Namun tahun depan seluruh hari mulai dari keberangkatan di Asrama Haji Donohudan Solo, hingga kepulangan semua dijamin oleh pemerintah.


"Calon jamaah nanti tidak ada lagi yang membawa alat masak dan bahan makan. Karena seluruh harinya sudah ditanggung pemerintah," tandasnya.


Editor Fany Rachma

0 Komentar

Tambahkan Komentar